DPRD: Pekanbaru Hanya Menerima Masalah Ojek Online

Penulis : admin | Rabu, 29 Juli 2020 - 16:15 WIB

Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Sigit Yuwono ST | Beritariau.com2020

Beritariau.com, Pekanbaru - Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Sigit Yuwono ST, mengatakan, persoalan moda transportasi online yang beroperasional di Kota Pekanbaru, hanya membawa masalah. Tidak hanya masalah kesejahteraan driver, masalah regulasi juga ikut dibawa ke Kota Pekanbaru.

"Permasalahan ojol ini kita dari Kota Pekanbaru hanya mendapatkan luapan masalah saja," Kata Sigit, kepada beritariau.com, Rabu (29/07/2020).

Rapat Dengar Pendapat (RDP) dijadwalkan mengundang Manajemen PT Gojek Indonesia (GI). Namun, manajemen Gojek Mangkir saat diundang membahas keluhan mitra driver Gojek Pekanbaru.

Sigit menyebutkan, di Kota Pekanbaru, transportasi online bahkan sudah menjamur dan tidak bisa dibendung lagi keberadaannya yang pekerjanya berasal dari warga Kota Pekanbaru. Disinyalir juga, pekerja ini tidak dilaporkan ke instansi terkait.

Bahkan keberadaan transportasi online saat ini menggunakan jalan Kota Pekanbaru dan tidak menggunakan izin dari aturan yang ada di daerah.

"Jika terjadi apa-apa kan tidak mungkin kita lepas tangan. Ini masyarakat Kota Pekanbaru. Mari kita duduk mencari solusi. Dan driver juga menuntut masalah bonus. Kita tidak tahu hitungan seperti apa," jelasnya.

Dia berharap, dengan kondisi masalah yang terjadi saat ini di Kota Pekanbaru, PT Gojek Indonesia diminta tidak lepas tangan dan hanya mengikuti aturan dari Kementerian. Sementara regulasi yang ada di Kota Pekanbaru di abaikan.

"Kita tidak menghalangi, kalau ada regulasi jelas kita support, tapi jangan jadi masalah. Kontribusi untuk Kota Pekanbaru seperti apa kan belum jelas," terangnya.

Dengan kondisi masalah itu, masalah baru kedepan akan muncul. Pemko Pekanbaru melalui Dishub Pekanbaru dan OPD terkait di desak untuk bergerak cepat membuat aturan regulasi moda transportasi online maupun sistem jual beli lewat aplikasi online lainnya.

"Kalau semua transaksi lewat online, Pemko Pekanbaru dapat apa? Sementara pemerintah dan pembangunan ini hidup dari pajak," cetusnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan driver gojek yang menamakan dirinya Gerakan Gejolak Driver (Geger) Kota Pekanbaru, menggelar aksi di depan gedung DPRD Kota Pekanbaru, Senin (27/07/2020) pagi.

Aksi dilakukan buntut dari kebijakan program berkat yang diluncurkan oleh PT Gojek Indonesia dan penghapusan bonus yang selama ini mereka dapatkan.

Program ini bahkan disebut tidak lagi memberikan intensif namun mematok pendapatan driver sebanyak Rp 100.000 dengan batas waktu yang dimulai pukul 08.00 Wib hingga pukul 20.00 Wib setiap harinya.

Bonus ini adalah hasil dari pemotongan pajak 20 persen yang diambil manajemen gojek dari saldo Gopay driver. Setiap orderan yang selesai, hasil pendapatan dipotong 20 persen. [Bam]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :