RDP Di Jadwal Ulang

PT Gojek Indonesia Dituding Tidak Kantongi Izin Operasional di Pekanbaru

Penulis : admin | Rabu, 29 Juli 2020 - 10:59 WIB

RDP - Lintas Komisi II dan Komisi IV menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas layanan Berkat program Gojek yang dituding tidak menguntungkan driver. Dalam rapat itu, agenda di jadwalkan ulang karena manajemen PT Gojek Indonesia Mangkir | Beritariau.com2020

Beritariau.com, Pekanbaru - Manajemen PT Gojek Indonesia (GI) perwakilan Kota Pekanbaru, ternyata tidak mengantongi izin operasional dalam penyelenggaraan transportasi online di Kota Pekanbaru.

Hal itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar lintas Komisi II dan Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rabu (29/07/2020) pagi. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.

Dari pantauan, RDP yang harusnya membahas pengaduan yang dialami driver gojek Pekanbaru terkait program berkat dan penghilangan bonus itu, terpaksa dijadwalkan ulang.

Sebab, perwakilan manajemen PT GI perwakilan Pekanbaru mangkir saat diundang dalam RDP. Selain itu, jadwal ulang RDP nantinya juga akan mengundang OPD dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau.

Dalam penjelasan rapat, Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Ali Suseno, menyayangkan ketidakhadiran manajemen PT GI perwakilan Pekanbaru. Pihaknya baru mengetahui, jika selama beroperasional, PT GI di wilayah Kota Pekanbaru, tidak mengantongi izin operasional selama ini.

"Rapat kita jadwal ulang, nanti kita juga pertanyakan ke Dishub Provinsi izin operasional transportasi online gojek ini supaya jelas titik terangnya," ucap Ali.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, mengatakan, pihaknya akan menjadwalkan kembali RDP ini. Selain Dishub Provinsi Riau, pihak asuransi juga akan diundang untuk melihat persoalan yang diadukan.

"Saya ingatkan kepada pelaku usaha agar menaati regulasi dan menyesuaikan dengan kepentingan daerah. Informasi awal yang kami terima, transportasi online ini, tidak memberikan keuntungan baik retribusi, pajak dan lainnya," jelasnya.

Bahkan kata Azwendi, pihaknya juga menerima laporan bahwa manajemen membuka aplikasi kendaraan dengan plat di luar Kota Pekanbaru serta sejak beroperasi di tahun 2017 sampai saat ini tidak mengantongi izin. Padahal Jalan yang digunakan jalan Pekanbaru. Dari pajak kendaraan bermotor jelas sudah terjadi kebocoran.

"Sudah sampai 3 tahun tidak ada izin. Ini masalah bisnis transportasi online, apa yang diuntungkan di daerah. Walaupun ini aplikasi buatan anak bangsa, tapi sebagai anak bangsa apa yang diberikan kepada negaranya," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Head of Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Sumbagut, Dian L Toruan, mengaku, baru menerima undangan rapat setelah pertemuan berjalan. Hal itulah yang menyebabkan perwakilan dari manajemen Gojek Pekanbaru tidak dapat hadir.

"Prinsipnya kami sangat terbuka untuk berdiskusi. Kami harap dalam waktu dekat dapat melakukan diskusi lanjutan dengan DPRD Kota Pekanbaru," jelasnya.

Dia juga membantah bahwa PT Gojek Indonesia selaku perusahaan teknologi anak bangsa, tidak memiliki izin operasional. Menurutnya, sejak awal pihaknya sudah memiliki izin operasional dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang berlaku secara nasional.

Selain itu katanya, Bersama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Gojek juga telah menjalin kerja sama yang tertuang dalam MoU (Nota Kesepahaman) yang ditandatangani pada bulan Mei 2019 oleh Walikota Pekanbaru dan Gojek.

"Di dalamnya terdapat rencana kerja sama dalam pengembangan ekosistem pembayaran digital (cashless) dan pengembangan ekonomi kreatif," terangnya.

Bahkan, dia juga mengklaim sudah menjalin kerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Pekanbaru untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat berbelanja di 12 pasar tradisional Pekanbaru menggunakan layanan GoShop, bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekanbaru.

"Gojek juga bekerja sama untuk pengambilan surat bukti pelanggaran (tilang) menggunakan layanan GoSend," ulasnya. [Bam]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :