Manajemen: Yang Sebut Tukang Palak Cuma 1 Orang
Klarifikasi dan Hak Jawab Manajemen Gojek soal Demo Mitra di Pekanbaru pada 27 Juli 2020

AKSI - Ratusan Driver Gojek Pekanbaru Menggelar Aksi di Depan DPRD Pekanbaru, Senin (27/07/2020) pagi. Aksi digelar buntut adanya program berkat yang dinilai tidak menguntungkan driver | Beritariau.com2020
Beritariau.com, Pekanbaru - Manajemen PT Aplikasi Karya Anak Bangsa selaku pemegang merek Angkutan Berbasis Online Gojek menyampaikan Klarifikasi dan Hak Jawab menanggapi berita aksi demo Driver Gojek di Pekanbaru pada 27 Juli 2020 yang dimuat Beritariau.com.
Klarifikasi dan Hak Jawab atas berita berjudul : Driver Gojek Pekanbaru Sebut Manajemen Gojek Tukang Palak tersebut, diterima redaksi Beritariau.com Senin (27/072020) siang pada pukul 14.20 WIB, dari Head of Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Aceh Sumut Sumbar Riau, Dian Lumban Toruan.
Dalam klarifikasinya, Dian menyatakan keberatan atas judul tersebut.
"Judul tersebut berpotensi membawa opini publik kepada pemahaman yang salah, seolah seluruh mitra kami di Pekanbaru beranggapan demikian, padahal pada kenyataannya hanya satu mitra yang dikutip menyatakan hal tersebut," sebut Dian dalam Surat Resminya.
Dian pun meminta Redaksi Beritariau.com untuk mengklarifikasi judul tersebut sebagai pernyataan 1 orang mitra.
"Untuk itu, kami meminta agar Redaksi BeritaRiau.com dapat mengklarifikasi judul berita tersebut, dengan memperjelas bahwa pernyataan tersebut disebutkan oleh salah seorang mitra, seperti disebutkan di dalam pemberitaan," tulisnya.
Tanggapan redaksi Beritariau.com
1. Berita tersebut merupakan Berita Peristiwa yang berlangsung di muka umum (Gedung DPRD Pekanbaru).
2. Judul tersebut berasal dari kutipan dalam berita yang bersifat faktual yang tertuang dalam selebaran pernyataan sikap yang dibacakan Pengunjuk Rasa dari Komunitas Driver Gojek bernama 'Gerakan Gejolak Driver (Geger)' Kota Pekanbaru yang jumlahnya lebih dari 1 orang.
3. Dalam berita kami tersebut, juga tidak memuat pernyataan atas nama pribadi 1 orang (Kejadian yang dialami 1 orang atau Unjuk Rasa 1 orang), melainkan atas nama Komunitas sebagai mana fakta di lapangan yang kami tuangkan dalam Srraight Lead Berita, sebagai berikut:
("Dengan menggunakan atribut jaket lengkap dan membawa kendaraan roda dua, ratusan driver gojek yang menamakan dirinya Gerakan Gejolak Driver (Geger) Kota Pekanbaru, menggelar aksi di depan gedung DPRD Kota Pekanbaru, Senin (27/07/2020) pagi").

Aksi Unjuk Rasa Para Driver Gojek dari Komumitas Gerakan Gejolak Driver (Geger) Kota Pekanbaru di Halaman Gedung DPRD Pekanbaru, Senin 27 Juli 2020 (Bambang)
4. Redaksi Beritariau.com bersedia mengklarifikasi bahkan merubah judul berita jika fakta peristiwa dari aksi unjukrasa tersebut berbeda dengan Berita yang kami muat.
Hak Jawab
Berikut Hak Jawab atas Pemberitaan sebelumnya berjudul : Driver Gojek Pekanbaru Sebut Manajemen Gojek Tukang Palak, yang dikirimkan Head of Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Aceh Sumut Sumbar Riau, Dian Lumban Toruan :
Gojek terbuka untuk mendengarkan aspirasi dari berbagai komunitas yang konstruktif dan membangun demi kebaikan bersama, di mana kami telah mengundang perwakilan komunitas ini minggu lalu untuk membahas dan memberikan respon atas permintaan yang disampaikan, namun tidak ditanggapi.
Kami juga sudah menyediakan forum diskusi bagi mitra driver yakni melalui program Kopdar yang rutin dilaksanakan. Melalui kopdar, mitra dapat menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman dan memberi masukan sekaligus berinteraksi dengan sesama mitra dan manajemen. Di masa pandemik, Kopdar tetap dilaksanakan secara berkala secara virtual. Jadi demo itu tidak perlu, melalui Kopdar, mitra dapat langsung berdiskusi dua arah bersama manajemen Gojek.
Adapun terkait permintaan yang disampaikan, perlu kami jelaskan bahwa insentif bersifat apresiasi dari Gojek kepada mitra atas kinerja mereka. Adanya insentif adalah bonus tambahan yang diberikan Gojek demi menjaga kualitas layanan. Skema insentif akan selalu menyesuaikan dengan kondisi pasar karena tujuan utama skema insentif adalah untuk mengupayakan titik temu terbaik antara permintaan pelanggan dan ketersedian mitra Gojek.
Mengenai permintaan untuk menghapus program Berkat, perlu kami jelaskan bahwa program ini kami terapkan mengingat pandemi COVID-19 telah berdampak pada semua lini kehidupan. Bagi Gojek, mobilitas masyarakat yang menurun drastis berdampak pada sepinya order yang dijalankan oleh jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Hal ini secara otomatis membuat mitra driver kesulitan mengumpulkan pendapatan harian.
Namun Gojek tetap berusaha untuk membantu meringankan kesulitan yang dihadapi mitra driver dan ekosistem Gojek secara keseluruhan. Sejak awal pandemi COVID-19, kami telah meluncurkan program-program kesejahteraan mitra driver dengan 3 pilar utama, yaitu penyediaan layanan kesehatan, ringankan beban biaya harian, bantuan pendapatan.
Beberapa di antara program tersebut telah menjangkau mitra secara signifikan, seperti pembagian voucher sembako yang menjangkau 450 ribu mitra driver, pembagian voucher makanan gratis bagi mitra driver dan keluarga, mendatangkan 5 juta masker, dan membagikan APD secara meluas di wilayah operasional Gojek, hingga mengupayakan restrukturisasi cicilan kendaraan bermotor bagi mitra driver lewat kerja sama dengan sejumlah perusahaan pembiayaan.
Program Berkat ini merupakan salah satu program kesejahteraan Gojek selama pandemi Covid-19 yang merupakan alternatif terbaik dalam menjaga pendapatan harian Mitra. Pengaplikasian sistem ini terbukti telah membantu banyak Mitra Gojek dari menurunnya jumlah orderan.
Seluruh inisiatif tersebut kami lakukan meski Gojek sendiri juga ikut merasakan dampak yang signifikan akibat pandemi COVID-19, sebagaimana yang dirasakan oleh para pelaku industri lainnya. (Red/Bam)

