Ngadu Ke DPRD
Driver Gojek Pekanbaru Ngaku Manajemen Bakal Ancam Putus Mitra

DRIVER GOJEK - Perwakilan Driver Gojek Pekanbaru, diterima oleh DPRD Pekanbaru. Mereka menyampaikan aspirasi yang saat ini dikeluhkan terkait regulasi program berkat oleh PT Gojek Indonesia | Beritariau.com2020
Beritariau.com, Pekanbaru - Koordinator Lapangan (Korlap) Gerakan Gejolak Driver (Geger) Kota Pekanbaru, Yendri Rusli, mengaku diancam Putus Mitra (PM) oleh Manajemen PT Gojek Indonesia (GI) perwakilan Pekanbaru.
Pengakuan itu dia sebutkan di depan Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri dan 2 anggota DPRD Pekanbaru Roni Pasla dan Mulyadi, Senin (27/07/2020) pagi, yang menerima pengaduan perwakilan driver Gojek Pekanbaru.
"Kami mengkhawatirkan keamanan kami pak. Mereka (manajemen,red) mengancam putus mitra. Kalau itu terjadi, kami minta cabut aplikasi Gojek dan suruh keluar dari Pekanbaru," pinta Yendri, dalam pengaduannya.
Pengaduan lain datang dari driver Gojek lainnya, Ratna Juwita. Di depan 3 orang wakil rakyat yang menerimanya itu, dia meminta agar DPRD membantu sebagai fasilitator untuk masalah kesejahteraan yang terjadi pada semua driver Gojek yang terjadi saat ini.
Masalah itu adanya kebijakan program berkat dari PT Gojek Indonesia yang tidak menguntungkan driver karena adanya batasan waktu serta akses jangkauan yang terbatas membuat pendapatan berkurang.
"Kami tidak bisa mencapai program berkat ini karena hanya menjangkau Kota Pekanbaru saja. Kalau di Jakarta justru pendapatan lebih besar daripada bonus," ungkap Ratna.
Usai menerima perwakilan driver Gojek Pekanbaru, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri menyebutkan bahwa perubahan program yang dibuat PT GI itu permasalahan dari PT GI.
"Kami coba menjembatani dan kami jadwalkan pemanggilan dengan pihak PT GI dan instansi Pemko. Sebelum lebaran kita panggil," ucap Azwendi.
Politisi Demokrat ini menyebutkan, keluhan dari perwakilan driver Gojek ini sudah ditampung. Secara garis besar, driver mengaku kesejahteraan berkurang dan kesejahteraan diambil.
"Sebelum membuat program, PT GI harusnya melakukan sosialisasi kepada mitranya supaya tidak ada gejolak seperti ini. Sesuaikan dengan kondisi geografis dan sosial ekonomi yang ada," jelasnya.
Mengenai ancaman yang disebutkan salah satu driver gojek Pekanbaru yang bakal melakukan pemutusan mitra, Azwendi meminta agar manajemen PT GI tidak sembarangan mengambil keputusan.
"Jangan intimidasi jangan ancam mengancam. Karena kita disini sinergi, tanpa mitra PT GI juga tak bisa jalan. Tanpa Pemerintah PT GI juga tidak bisa berjalan. Nanti kami akan tanyakan juga hal-hal lain, apa kontribusi mereka terhadap daerah," tegasnya. [Bam]

