Pertemuan Generasi Muda Batak

Viral Ucapan Rasis Oknum Dosen, Rektor UIN Pertimbangkan Beri Sanksi Tegas

Penulis : admin | Minggu, 24 November 2019 - 17:03 WIB

GELAR PERTEMUAN - Perwakilan generasi muda Batak Riau, Dedi Harianto Lubis SH dan beberapa anggota, menggelar pertemuan dengan Rektor UIN Suska Riau atas kasus dugaan ucapan bermuatan SARA dari salah satu oknum Dosen UIN Suska Riau berinisial HT | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Rektor UIN Suska Riau, Prof Ahmad Mujahidin, akan mempertimbangkan sanksi tegas terhadap oknum dosen berinisial HT atas dugaan perkataan Suku Agama Ras dan Kepercayaan (SARA) yang diucapkannya dihadapan mahasiswa setelah viral di Media Sosial (Medsos) beberapa waktu yang lalu.

Hal itu disampaikannya, saat menerima kunjungan dan pertemuan dengan generasi Batak yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR), Minggu (24/11/19) siang.

Dalam pertemuan itu, dia menyampaikan kekecewaan atas tragedi peristiwa atas kasus ucapan yang tidak pantas diucapkan oleh seorang dosen itu kepada mahasiswa tersebut.

Ahmad Mujahidin juga menyampaikan bahwa sejak kasus yang mencuat ke publik itu viral di medsos, dirinya selaku pemangku pucuk pimpinan Universitas langsung di telepon oleh Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar.

"Pak gubernur meminta kepada saya agar kasus ini diselesaikan agar tidak terjadi konflik SARA di Provinsi Riau dan masalah ini diharapkan bisa diselesaikan dengan musyawarah dan kekeluargaan," Kata Ahmad Mujahidin, dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, perwakilan tokoh muda Batak Riau, Dedi Harianto Lubis, dalam pertemuan itu mengatakan, tindakan dosen HT yang diucapkan di depan mahasiswa itu sangat tidak elok dan tidak pantas. Apalagi katanya, ucapan rasis yang dikeluarkan berasal dari seorang akademisi yang berilmu tinggi.

"Ucapan ini dibuat dikampus dan itu sangat tidak elok, apalagi kita negara yang memiliki Ideologi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika," ucap Dedi.

Dedi juga berharap, kasus dugaan rasisme yang diucapkan oknum dosen UIN Suska Riau itu, memantik reaksi keras warga batak yang berdomisili di Provinsi Riau.

"Saya memantau di berbagai grup WA grup masyarakat batak Riau yang saya ikuti sudah muncul reaksi-reaksi yang memuncak. Untuk itu kita berharap agar kasus ini bisa segera selesai, agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu," pinta Dedi.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyampaikan 3 poin dalam dugaan kasus ucapan rasis tersebut. Pertama, meminta Rektor UIN Suska mengadakan mediasi dengan mengundang perwakilan tokoh tokoh Batak, Kedua, meminta dosen yang bersangkutan mengakui kesalahan dan meminta maaf diforum terbuka, Ketiga, meminta Rektor agar memberi sanksi tegas kepada yang bersangkutan.

Ketiga poin tersebut disambut baik oleh Rektor UIN Suska Riau dan akan menindaklanjuti dengan mengadakan pertemuan selanjutnya kepada tokoh tokoh lintas etnis yang rencananya digelar Senin (25/11/19) esok.

Pertemuan dengan generasi muda Batak Riau itu berlangsung di ruang kerja Rektor UIN Suska Riau, Prof Akhmad Mujahidin. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr Jamaluddin, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Dr Ahmad Supardi.

Sebagaimana diberitakan, kasus ini mencuat saat salah seorang oknum dosen UIN Suska Riau berinisial HT mengucapkan dugaan kata-kata rasis yang menyingung kelompok etnis Batak. 

Dalam dugaan rasisme itu dia mengucapkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan dengan mengucapkan kata yang tidak lazim oleh seorang dosen yang punya ilmu agama yang baik.

"Pemberontak di UIN nih Batak semua, menghancurkan UIN, Menghancurkan dunia Melayu, itulah Batak tu. "Kau Batak kan, Batak keluar aja dari sini, Batak kurang etika" begitu ucapan yang diucapkannya dalam video yang beredar.

Akibat ucapan itu, memunculkan berbagai reaksi dari kelompok etnis Batak terutama dikalangan grasroot. Video ini bahkan viral dengan cepat di medsos Facebook dan WhatsApp. [Rls]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :