Diduga ada Gula Oplosan Beredar, APEGTI Riau Desak Bentuk Tim Monitoring

Penulis : admin | Sabtu, 14 September 2019 - 18:55 WIB

Ketua DPP APEGTI Provinsi Riau, Nur Jafar Marpaung

Beritariau.com Pekanbaru - Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Gula dan Tepung Terigu (APEGTI) Provinsi Riau, Nur Ja'far Marpaung, menduga, saat ini disinyalir ada gula oplosan beredar di tengah masyarakat Riau. 

Menurutnya, gula oplosan atau rafinasi dengan pemurnian tinggi  dijual bebas di pasar tradisional. Selain dijual murni, ada juga pedagang yang mengoplosnya dengan gula biasa.

"Gula rafinasi itu ukurannya lebih halus dibanding gula biasa. Bahkan bentuknya cenderung menyerupai tepung, dan bila dicampur relatif sulit diketahui," Kata Nur Jaf’ar, dalam rilis yang disampaikannya kepada media, Sabtu (14/09/19).

Berdasarkan pantauannya selama ini distributor lebih suka menjual gula oplosan dikarenakan  harganya lebih murah. Harga yang dijual berkisar antara sekitar Rp5.500-Rp 6.000 per kilogram nya. Hal itu berbeda jauh dengan harga gula biasa mencapai Rp12.500 per kg. 

"Ada juga pedagang yang menjual gula rafinasi seharga yang sama dengan gula biasa sehingga keuntungan yang didapatkan lebih besar," ucapnya lagi.

Perbuatan yang dilakukan oleh para oknum pengusaha importir  itu katanya, telah menyalahi telah menyalahi undang-undang No 7 tahun 2014 pasal 7 tentang perdagangan atau pasal 142 junto pasal 39 UU nomor 18 tahun 2012, tentang Pangan dan Pasal 62 UU Nomor 8 tahun 199, tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman lima tahun penjara.

"Kita sarankan kepada pihak  pemerintah untuk bentuk tim monitoring gula rafinasi.  Tim ini dibutuhkan untuk memantau peredaran gula rafinasi di Riau. Tim semestinya terdiri dari berbagai pihak instansi terkait, karena gula rafinasi  tersebut  banyak didatangkan dari luar sehingga pintu masuk harus dijaga, baik pelabuhan resmi maupun tidak resmi," pintanya. [red]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :