Tema: NKRI Harga Mati

Tasyakuran HUT RI, Ketua GP Ansor Riau: 74 tahun RI Merdeka atas jasa para Kiai

Penulis : admin | Jumat, 16 Agustus 2019 - 22:49 WIB

TASYAKURAN - Pengurus wilayah GP Ansor Riau, menggelar Kemerdekaan RI ke 74 di halaman PW Ansor Riau, Jalan KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru | Beritariau.com2019

Beritariau.com Pekanbaru - Pengurus wilayah GP Ansor Riau, menggelar Tasyakuran Kemerdekaan RI ke 74 di halaman Pengurus Wilayah (PW) Ansor Riau, Jalan KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru, Jum'at (16/08/19) malam.

Dari pantauan, tampak di depan pintu masuk, Banser Riau berjaga. Karpet berwarna hijau dibentang dan puluhan santri tampak khusyuk mengikuti Majelis Dzikir dan Sholawat diiringi alat musik Rebana dengan tema "Merdeka atau Mati, NKRI harga Mati".

Acara dihadiri oleh Majelis Padang Jagat Riau Gus Rozi, Ketua MDS Rijalul Ansor Riau (Da'i MNC TV) Gus Robitoh, Ketua PW Ansor Riau Purwaji, Preman Langit Gus Rudi, PP Al Ishlah Gus Angin.

Pengurus DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Riau yang dihadiri langsung oleh Ketua DPD, Roy Juli Manurung dan Sekretaris DPD Herikawi Hutasoit, Manuhar Silaen dan Pengurus GAMKI lainnya, pengurus GP Ansor, sesepuh NU serta pengurus-pengurus pondok pesantren yang ada di Riau.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Riau, Purwaji, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan pengajian yang dilakukan bertepatan satu malam Kemerdekaan Indonesia. Kegiatan ini sekaligus mendoakan para syuhada yang telah menegakkan kemerdekaan RI.

"GP Ansor mengadakan kegiatan di  halaman kantornya, Insha Allah ini menjadi rutintas bulanan. Bila perlu nanti diadakan syiar dan diundang tablig akbar yang diisi oleh kiai-kiai muda," Kata Purwaji, dalam sambutannya.

Menurut Purwaji, Nahdatul Ulama (NU) khususnya Banser perlu menjawab tudingan dan hoax serta fitnah yang selama ini beredar dan dialamatkan kepada pihaknya. 

"Ansor senang dengan pengajian, karena setiap pengajian dijaga oleh Banser. Di pulau Burung Inhil, diadakan diklat Banser serta pengajian pesantren. Itu dikawal Banser, di Tanjung Samak Meranti dihadiri oleh 200-300 majelis Tarikh," jelasnya.

Ansor katanya, terus melakukan kaderisasi secara masif bahkan sahabat-sahabat penggerak ansor tersebar di desa-desa dengan jumlah 700 Kader Banser yang ada di Provinsi Riau. "Bahkan di pulau yang jauh sekalipun. Satu pulau satu desa," terangnya.

Ansor dalam aktivitasnya, lanjut Purwaji, tetap menjaga para ulama dari tangan-tangan orang yang ingin menghancurkan benteng pertahanan NKRI.

Bahkan sebut Purwaji, Ansor bahkan menjaga tegak berdirinya NKRI. Sebab, Ansor dan Banser sudah lahir sejak tahun 1934. "Dan pada saat itu TNI belum ada, Polri belum ada, peristiwa 10 November Ansor dan Banser bertahan sampai hari ini bersama kiai," sebutnya.

Ejekan terhadap Ansor dianggapnya sebagai kekuatan persatuan menjaga Indonesia di barisan terdepan dan menciptakan kaderisasi-kaderisasi handal.

"Kita diejek orang kemana-mana pakai baju tentara. Tularkan semangat jangan kendor dengan fitnah dengan hoax," imbaunya.

"NKRI 74 tahun merdeka jasa para Kiai. Jangan kita terpengaruh oleh kelompok-kelompok yang mengaku NKRI. Berjuang terus, jika ada kelompok yang tak suka NU dan Ansor untuk membangun NKRI syariah jangan kita ikut," tutupnya. [bam]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :