Karhutla Terus Meluas

Melonjak Tajam, 156 Titik Panas Kepung Riau

Penulis : user | Selasa, 19 Maret 2019 - 21:49 WIB

Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 178 titik panas yang mengindikasikan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi di Pulau Sumatera. 

Berdasaran pencitraan satelit Terra dan Aqua, Selasa pukul 16.00 WIB, titik-titik panas sebagai indikasi Karhutla dengan tingkat kepercayaan 50 persen tersebut sebagian besar diantaranya menyebar di Provinsi Riau mencapai 156 titik-titik. 

Selain itu, titik panas juga menyebar di Sumatera Barat sembilan titik, Kepulauan Riau delapan titik, Sumatera Utara tiga titik, Bengkulu dan Aceh masing-masing satu titik. 

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno mengatakan, 156 titik panas di Riau tersebar di 11 kabupaten dan kota.

Jumlah titik panas tersebut tercatat sebagai yang terbanyak sepanjang 2019 ini. Dari 156 titik panas, ia mengatakan mayoritas terpantau di Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan, masing-masing 38 dan 37 titik panas. 

"Di Kabupaten Meranti ada 29 titik, Kota Dumai 16 titik, Rokan Hilir 17 titik," ujarnya. 

Selanjutnya, titik panas juga terpantau di Indragiri Hulu empat titik, Siak tujuh titik, Indragiri Hilir tiga titik, Kampar, dan Rokan Hulu dua titik serta Kota Pekanbaru satu titik panas. 

Sementara itu, dari seluruh titik panas tersebut, dia menuturkan 99 diantaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat Karhutla dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen hingga 100 persen. 

"Titik api paling banyak ada di Bengkalis 26 titi, Meranti dan Pelalawan masing-masing 19 titik api," ujarnya. 

Kemudian, titik api turut menyebar di Kota Dumai 13, Rokan Hilir 11, Siak dan Indragiri Hulu masing-masing tiga, serta Rokan Hulu dan Indragiri Hulu dua titik dan terakhir Pekanbaru satu titik.  [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :