AMCI: Harus di Proses, Sepertinya Disengaja

Aksi Relawan Emak Emak di Masjid Raya An-Nur Pekanbaru dinilai lecehkan Bawaslu

Penulis : admin | Selasa, 19 Februari 2019 - 22:33 WIB

FOTO : Relawan Emak Emak Pasangan Prabowo Sandiaga Uno Tampak Mendebat Petugas Pengawas Kecamatan Yang Datang Menegur Aksi Kampanye Mereka di Areal Masjid Agung Annur | Tangkapan Layar dari Postingan Video Akun Instagram : h0tnews**

Beritariau.com, Pekanbaru - ‎Aksi sejumlah Relawan Emak Emak Pasangan Prabowo - Sandiaga Uno (PADI) yang menggelar senam diduga berbau kampanye di halaman Masjid Agung Annur Pekanbaru, Sabtu (16/02/19) pagi lalu, yang kini viral di Media Sosial lantaran ditegur petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pekanbaru, menuai kecaman.

‎Ketua Umum Advokat Muda Cinta Indonesia (AMCI) Wan Subantriarti SH MH, menyatakan sikap para Relawan tersebut sangat tidak beretika karena tidak menghargai petugas Penitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, sikap tersebut terkesan melecehkan dan malah mem-bully petugas dengan melansir video tersebut ke ruang publik.

"Kesannya, dari video yang kita lihat Bawaslu selaku Polisi Pemilu dilecehkan saat bertugas. Petugas menegur malah diketawai, tak diacuhkan malah berjoget-joget. Parahnya lagi, seakan bangga dengan tindakan itu, malah direkam dan sengaja diposting ke medsos dengan narasi yang seakan membully. Ini harus menjadi perhatian khusus. Mereka yang salah, kok Bawaslu yang malah dibully? Aksi ini patut dikecam dan diproses. Kita curiga, apakah ini disengaja lalu diviralkan agar ditiru ditempat lain?," ungkap Wan Subantri, Selasa (19/02/18).

Screenshot Postingan Video Aksi Relawan Emak Emak di Areal Masjid Agung Annur Pekanbaru | Sumber : Akun Instagram h0tnews** 

Ia meminta sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) segera bertindak dan menganalisa sesuai prosedur hukum.

"Seluruh rumah ibadah dan fasilitasnya bukan untuk aktivitas Politik. Diluar pagar rumah Ibadah baru boleh. Dasarnya kan sudah jelas, jadi tak boleh ragu menegakkan aturan, baik untuk pihak 01 dan 02. Yang melanggar aturan Pemilu harus ditindak dan jangan dibiarkan menebar provokasi politik seakan ada tebang pilih atau seakan jadi korban. Hukum harus tegas," tegasnya.

Untuk diketahui, aksi relawan tersebut terkuak ‎dalam 3 (buah) video viral yang diposting akun instagram h0tnews** pada 16 Februari.

Dalam video tersebut, terlihat Ketua Panwascam Pekanbaru Kota Yandi, berusaha menegur para relawan yang beraktivitas‎ di areal Masjid Agung Annur yang kerap dipakai masyarakat sebagai areal Olahraga.

"Saya tidak melarang Ibu-ibu semua Senam. Tapi tidak boleh pakai atribut," ucap Yandi dalam video tersebut ke relawan emak emak yang menggunakan atribut.

Namun, para relawan tersebut tidak menggubris dan terus berjoget ria merespon teguran Yandi.

Video tersebut sudah disaksikan ribuan warganet. Ratusan komentar bermunculan dan justru banyak menyalahkan petugas Panwas tersebut.

Dikonfirmasi terpisah Selasa malam, Yandi membenarkan kejadian yang di video viral tersebut.

Dijelaskannya, atas aksi tersebut pihaknya pertama sekali berkoordinasi dengan Badan Pengurus Masjid. Saat itu, Pengurus Masjid membenarkan sudah ada Edaran dari Bawaslu ‎untuk melarang aksi kampanye di areal Masjid.

"Kami tak bisa langsung membubarkan tanpa koordinasi dengan pihak Masjid. Saat kami koordinasi, pihak Pengurus Masjid memang mengaku kecolongan. Anehnya, saat kami tegur, para relawan malah mendebat, seakan kita (Pengawas) yang tebang pilih," kata Yandi.

Terkait sanksi terhadap relawan, Yandi mengaku, saat ini, kasus ini sedang dibahas oleh Pimpinan kita di Bawaslu Kota Pekanbaru. "Sedang dibahas Pimpinan. Kita menunggu intruksi saja," ucapnya. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :