Ulang Tahun Organisasi Nias Utara (ONUR)

Firman Daeli puji Integritas Sahat Sinurat dihadapan ribuan warga Nias di Riau

Firman Daeli puji Integritas Sahat Sinurat dihadapan ribuan warga Nias di Riau

SAHAT MARTIN PHILIP SINURAT (Kiri) Berfoto Bersama Pengurus ONUR, Tokoh Nasional Firman Jaya Daeli, Gubernur Riau Terpilih Syamsuar dan Kajati Riau Uung Abdul Syukur dan Tamu Kehormatan Lainnya | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Calon Senator alias anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) daerah Pemilihan Provinsi Riau nomor 43 Sahat Martin Philip Sinurat, diperkenalkan sebagai Tokoh Muda inspiratif dihadapan ribuan warga Etnis Nias di acara Syukuran Tahun Baru dan Perayaan Ulang Tahun Organisasi Nias Utara (ONUR) Provinsi Riau di Pekanbaru, Selasa (05/02/19) lalu.

Acara yang dihadiri sekitar 2000 lebih warga Riau etnis Nias juga dihadiri sejumlah tamu undangan kehormatan.

Diantaranya, Gubernur Provinsi Riau Terpilih Syamsuar, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Uung Abdul Syakur, mantan Ketua DPP PDI Perjuangan dan Anggota DPR-RI Firman Jaya Daeli, Anggota DPD-RI Abdul Gafar Usman, Bupati Nias Utara M Ingati Nazara. Serta sejumlah politisi khususnya para caleg Anggota DPR-RI, DPRD Provinsi, Kabupaten - Kota.

Dalam sambutannya, Tokoh Nasional dari Etnis Nias Firman Jaya Daeli memperkenalkan Sahat Martin Philip Sinurat sebagai Tokoh Muda Inspiratif yang memiliki banyak pengalaman.

"Disini juga hadir tokoh muda Sahat Martin Philip Sinurat, ST, MT. Calon DPD RI nomor 43 daerah Pemilihan Provinsi Riau sama dengan Pak Abdul Gafar berjuang sebagai calon senator. Posisi duduknya yang di belakang Pak Gubernur dan Pak Kajati. Menyelesaikan S1 dan S2 di ITB dan pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI masa bakti 2016-2018. Pak Gubernur, dia ini, setara dengan Ketua Umum PB HMI kalau di organisasi mahasiswa Islam, atau PMII kalau di NU dan lainnya," kata Firman.

Lebih lanjut disampaikannya, saat kongres GMKI yang Ia pimpin bahkan di Bogor bahkan dihadiri Presiden Jokowi.

"Berintegritas, intelektual dan profesional sudah teruji dalam memperjuangkan aspirasi masyakarat, serta  nilai-nilai kebangsaan semasa aktif di dunia pergerakan. Pernah menjadi pembicara di Mesir, China dan beberapa Negara lainnya untuk menyampaikan tentang nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila, dia juga punya jejaring yang luas. Semoga nantinya bisa mengikuti jejak Pak Abdul Gafar dan  bisa sama-sama menjadi DPD 2019-2024 di Senayan," ungkap Firman.

Terkait Organisasi Onur ini, Firman menyatakan, intisari keberhasilan dan hakekat kebajikan sebuah organisasi, secara prinsipil didasari dan dipengaruhi oleh setidaknya 3 (tiga) hal.

Pertama, integritas moral keorganisasian, kepengurusan, dan kepemimpinan. Perihal integritas moral merupakan faktor penting dan menjadi variabel berpengaruh dalam sebuah organisasi. Perihal ini merupakan penjaga terkuat, pengawal terpenting, perawat terdepan, dan pemandu terjelas terhadap hajat hidup perjalanan organisasi.

Kedua, kualitas persatuan keanggotaan dan kepengurusan dalam semangat Gotong Royong. Hal ini merupakan prasyarat dasar dan menjadi standar mutlak yang mesti tumbuh dalam organisasi yang harus senantiasa dimiliki dan disebar organisasi.

Ketiga, kapasitas pengabdian keorganisasian, kepengurusan, dan kepemimpinan. Hal ini merupakan ukuran nyata dan menjadi pemakna langsung apakah organisasi sudah berfungsi atau masih belum berfungsi.

Dilanjutkannya, keberadaan dan kehadiran organisasi secara serius dan sungguh-sungguh telah menampilkan jatidiri dan menunjukkan kepribadian yang memiliki integritas moral, kualitas persatuan, dan kapasitas pengabdian.

"Organisasi secara relatif berhasil meletakkan tiga perihal ini, yang kemudian membangun tiga dasar peradaban dan nafas pelayanan organisasi. Sikap kepribadian dan hakekat keberhasilan ini pada gilirannya disambut baik dan dinilai bagus oleh anggota, warga masyarakat, pejabat negara, dan sejumlah kalangan," papar Firman.

Kehadiran dan keberadaan organisasi terletak dan terkait dengan ruang dan waktu. Dimana dimensi ruang bersentuhan dengan wilayah kewargaan asal muasal (Kepni), wilayah kewargaan tempat tinggal (Riau), dan wilayah kewargaan umum (NKRI). Ruang ini adalah ruang wilayah Indonesia Raya (NKRI) yang berideologi Pancasila dan ber-etos semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Dinamika materi ruang wilayah harus menjadi materi pergumulan dan perhatian organisasi setiap saat dan sepanjang waktu.

Organisasi juga mesti berhubungan dengan kesifatan pengabdian, yakni ada yang bersifat penataan, pembaharuan, dan pembinaan internal organisasi ; dan ada yang bersifat pengabdian dan pelayanan eksternal organisasi.

ONUR sendiri, lanjutnya, sedang berproses dinamis dan bertumbuh kuat menjadi sebuah organisasi paguyuban yang bersemangat gotong royong untuk membangun organisasi yang mengatasi dan menembusi ruang dan waktu pengabdian.

Organisasi juga memiliki tugas dan tanggungjawab besar untuk terpanggil membangun dan merawat stabilitas politik dan keamanan dalam penyelenggaraan Pemilu (Pilpres dan Pileg) dalam tahun 2019 ini.

Organisasi beserta anggota dan warga masyarakat bergerak pada posisi dan peran untuk mendukung dan mengkondisikan sepenuhnya penyelenggaraan kedaulatan rakyat melalui penggunaaan hak politik konstitusional memilih.

Perihal penting lainnya adalah memelihara dan membangun Persatuan Nasional dalam Sistem Pancasila.

Organisasi harus selalu menjadikan dan memperuntukkan keseluruhan tahapan dan dinamika penyelenggaraan Pemilu serentak dalam tahun politik ini untuk menumbuhkan dan mengukuhkan persatuan kerakyatan dan peradaban kebangsaan sejati.

Berdasarkan ini, lanjutnya, ONUR tentu terpanggil untuk memaksimalkan tugas dan tanggungjawab besar ini bagi kebaikan bersama dalam semangat Kedaulatan Rakyat dan Persatuan Nasional.

Stabilitas politik dan keamanan merupakan prasyarat mutlak dan persyaratan dasar dalam rangka peningkatan dan percepatan, antara lain : pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pergerakan perekonomian, pengembangan kesejahteraan, pemajuan masyarakat, dan lain-lain.

Penyelenggaraan Pemilu serentak yang demokratis, konstitusional, kondusif, dan berhasil sukses pada dasarnya semakin dapat dan tambah mampu menyehatkan dan menumbuhkan stabilitas politik dan keamanan.

Firman juga memaparkan, Pemerintahan Nasional dengan kepemimpinan Presiden RI Jokowi dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, telah menggerakkan dan membumikan berbagai program strategis dan kegiatan efektif produktif yang dinikmati daerah-daerah dan dirasakan warga masyarakat di Indonesia.

Diantaranya, program Nawacita Pemerintahan Jokowi - JK, yakni membangun dan memajukan daerah pinggiran (kawasan daerah tertinggal, terluar, terdepan, misalnya Kepni, dan lain-lain) dan mengembangkan daerah berkembang maju (kawasan daerah potensial pengembangan perekonomian, perindustrian, perdagangan, jasa, misalnya Riau, dan lain-lain).

Dalam sambutannya, Gubernur Riau Terpilih Syamsuar mengapresiasi positif keberhasilan program Nawacita dan kemajuan pesat pembangunan selama kepemimpinan Presiden RI Jokowi dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Menurutnya, model dan tipikal figur kepemimpinan nasional yang cepat, tepat, tulus, dan jujur bekerja melayani, pro-rakyat, pro-pembangunan infrastruktur yang utuh terpadu, pro-peningkatan dan percepatan kualitas pelayanan publik, fokus terarah pada perkuatan dan pergerakan perekonomian rakyat dan daerah-daerah sangat dibutuhkan. [rls]