Ulasan Mendalam Insiden Langka Harimau Inhil

Drama Harimau Terjebak di Pasar Indragiri Hilir

Drama Harimau Terjebak di Pasar Indragiri Hilir

Beritariau.com, Pekanbaru - Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dewasa secara mengejutkan memasuki kawasan pasar di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Rabu medio pekan ini

Hingga saat ini masih terjebak di sela-sela bangunan rumah toko (Ruko). 
     
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Haryono  menjelaskan kejadian langka tersebut terjadi pada Rabu pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB. 

Hingga berita ini diturunkan, si raja rimba itu masih terjebak di lorong-lorong bangunan Ruko namun dalam keadaan yang aman. 
     
"Masih di sana sekarang. Teman-teman TNI Polri, masyrakat serta kecamatan telah membantu melokalisasi tempat kejadian," kata Suharyono.
     
Ia menjelaskan dalam insiden ini tidak ada korban jiwa meski si kucing belang tersebut masuk ke dalam pasar saaat pusat perekenomian utama masyarakat Pulau Burung itu dalam keadaan cukup ramai pagi tadi. 

Tiba-tiba, lanjutnya, Tim Quick Response BBKSDA Riau yang berada di wilayah itu mendapat informasi dari masyarakat akan keberadaan harimau di pasar. 

"Saat ditelfon, masyarakat menyebutkan bahwa harimau itu telah terjebak di sela gedung," ujarnya.
     
Tanpa butuh waktu lama, Haryono yang mendapat informasi itu di Pekanbaru langsung berkoordinasi dengan aparat TNI, Polri dan Kecamatan untuk membantu sosialisasi dan lokalisasi tempat kejadian. 

Masyarakat yang telah diinformasikan bahwa harimau merupakan salah satu satwa dilindungi itu mengerti dan menyerahkan penanganan ke aparat. 
     
Sementara itu, pada waktu bersamaan dia mengatakan BBKSDA Riau langsung mengirimkan dua tim masing-masing satu tim dari Rengat Kabupaten Indragiri Hulu dan satu tim lainnya dari Pekanbaru untuk menuju lokasi dan melakukan evakuasi. 

Tim dari Pekanbaru merupakan tim yang lebih lengkap karena terdiri dari tim medis dan tim bius. Namun, jarak dari Pekanbaru menuju lokasi kejadian cukup jauh dan membutuhkan waktu sedikitnya 10 jam perjalanan darat, maka ia mengatakan tim gabungan TNI, Polri dan masyarakat telah melakukan sejumlah upaya untuk menghindari harimau melarikan diri. 
     
Insiden masuknya harimau ke perkampungan warga di Kabupaten Indragiri Hilir cukup sering terjadi. 

Bahkan, dalam beberapa kasus si raja rimba yang diduga mulai kehilangan habitat aslinya itu memangsa ternak warga sehingga Suharyono mengaku sangat bersyukur TNI dan Polri berhasil meredam aksi masyarakat yang tidak diharapkan. 
     
Sementara itu, meski kejadian harimau masuk ke perkampungan warga kerap terjadi, dia mengatakan insiden harimau masuk ke pasar baru kali ini terjadi selama ia menjadi kepala BBKSDA Riau. 

Haryono tidak ingin menduga apa yang sebenarnya terjadi dengan harimau tersebut dan memastikan masih akan menyelidi kejadian unik ini. 

Kesulitan Lakukan Evakuasi
Hingga Jumat hari ini, petugas gabungan TNI, Polri dan Balai Besar Konsevrasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kesulitan dalam mengevakuasi seekor harimau sumatera dewasa yang terjebak di kawasan pasar Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir. 
    
Suharyono menjelaskan pihaknya telah melakukan tembakan bius pertama pada Kamis siang tadi dan tepat berhasil mengenai sasaran si kucing belang tersebut pada Kamis siang kemarin. 
     
"Kamis siang sekitar pukul 13.00 WIB harimau berhasil ditembak dengan dosis yang bisa melumpuhkan selama dua jam," katanya. 
     
Usai tembakan berhasil tepat sasaran, tim yang berjumlah 11 orang terdiri dari gabungan TNI, Polri dan BBKSDA Riau yang sejak Rabu kemarin (14/11) berada di lokasi untuk mengevakuasi harimau tersebut tidak langsung melakukan penangkapan. Namun, menunggu obat bius tersebut bereaksi terlebih dahulu. 
     
"Biasanya bius bereaksi setengah jam kemudian," ujarnya. 
     
Akan tetapi, diluar ekspektasi petugas, harimau itu justru melarikan diri ketika tim menunggu bius bereaksi. 

Parahnya, harimau bernama latin Panthera tigris sumatrae itu justru melarikan diri jauh ke dalam lorong rumah toko. 

Kebanyakan gedung-gedung di pasar tersebut menggunakan tiang penyangga dan menyisakan lorong-lorong untuk menghindari banjir. 
     

"harimau terjebak di lorong"


"Karena situasi dan lokasi yang tidak memungkinkan untuk evakuasi maka harimau belum bisa dievakuasi,"ujarnya.
     
Saat ini, dia mengatakan tim gabungan masih menyiapkan rencana tembakan kedua dan hingga kini tengah berusaha melakukan evakuasi harimau tersebut.
     
Diduga Pernah Terkam Ternak Warga

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menduga seekor harimau dewasa yang secara mengejutkan masuk ke dalam kawasan pasar di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir sebelumnya pernah memangsa ternak warga. 
     
"Kita duga seperti itu. Karena dia (harimau dewasa) itu yang sering muncul," masih kata Suharyono.
     
Ia menduga bahwa harimau dewasa yang belum diketahui jenis kelaminnya tersebut berasal dari kawasan semak belukar yang berlokasi tidak jauh dari pasar tersebut. 

Dia menjelaskan tidak jauh dari kawasan pasar terdapat kawasan semak belukar seluas empat hektare yang selama ini dikenal sebagai salah satu tempat persembunyian harimau. 
     
Akan tetapi, kawasan semak belukar seluas empat hektare itu bukan merupakan tempat yang cukup luas bagi seekor harimau yang memiliki daya jelajah sangat luas. 

Selain itu, Haryono juga menduga jika harimau itu tersesat ke pasar akibat kekurangan sumber makanan di habitatnya yang sempit tersebut. 

Untuk itu, individu harimua yang diperkirakan lebih dari satu ekor dan mendiami kawasan semak belukar itu keluar satu persatu. 

Termasuk diantaranya terjebak di kawasan pasar dan sebelumnya juga pernah sempat menerkam sedikitnya tiga ekor ternak warga di Kecamatan yang sama. 
     
"Pada saat menerkam ternak warga beberapa waktu lalu dari tapaknya kita perhatikan individu harimaunya lebih dari satu. Satu tapak besar mungkin induk dan tapak lainnya mungkin anakan. Nah, apakah ini induk yang kemarin tapaknya kita lihat atau individu lain belum bisa dipastikan. Tapi dugaan kami sama (dengan yang menerkam ternak warga)," jelasnya. 
     
Kabupaten Indragiri Hilir dalam setahun terakhir tak lepas dari berita kemunculan harimau. Bonita, harimau betina dewasa mengawali berita kemunculan si raja rimba itu di Indragiri Hilir awal Januari 2018 lalu. 

Bonita menjadi perhatian publik setelah proses pencarian dan relokasinya memecah rekor sebagai proses pencarian dan penangkapan terlama di Indonesia. 

Butuh waktu tiga bulan sebelum harimau itu benar-benar berhasil ditangkap tim gabungan BBKSDA Riau, TNI dan Polri. Selama proses pencarian itu pula, Bonita telah menewaskan tiga manusia. 
     
Pada September 2018, harimau kembali muncul di Indragiri Hilir yang kala itu menerkam tiga ekor ternak warga. Pasca kejadian, tim gabungan langsung turun untuk memasang perangkap dan kamera pengintai. 

Tim patroli juga diturunkan namun tak kunjung membuahkan hasil. Selanjutnya harimau juga tak luput dari pembunuhan. Di Kabupaten Kuantan Singingi, atau kabupaten tetangga Indragiri Hilir pada akhir September 2018 lalu seekor harimau betina dalam keadaan bunting ditemukan mati terjerat. [ard]