Cara BPNB Antisipasi Rawan Karhutla

Pengurus Forum Pengurangan Resiko Bencana Provinsi Riau Dilantik

Penulis : admin | Rabu, 14 November 2018 - 16:28 WIB

PASANG ROMPI - Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Lilik Kurniawan ST M.Si Memasangkan Rompi Forum PRB Kepada Ketua Forum PRB Riau Haryanto di Acara Pengukuhan dan Penyusunan Rencana Kerja F PRB Riau, 14 November 2018 | beritariau.com2018

Beritariau.com Pekanbaru - Dalam menghadapi resiko bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Riau, akan menyiapkan beberapa langkah dan startegi terutama bencana kebakaran lahan dan hutan (karhutla) dan bencana banjir, yang dinilai masih sangat tinggi.

Hal itu disampaikan Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan, usai melakukan pengukuhan pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Riau di Pekanbaru, Rabu (14/11/18).

Menurutnya, dalam waktu dekat, Provinsi Riau akan memasuki musim kemarau. Potensi ini rawan terhadap kebakaran lahan dan hutan dan menimbulkan kerugian yang sangat besar.

"Pembangunan nanti harus berbasis pengurangan risiko bencana. Mengurangi resiko bencana di Riau. Jangan sampai yang dilakukan menambah resiko baru untuk yang akan datang," Kata Lilik, kepada wartawan.

Disebutkannya, warisan resiko bencana yang ada, jangan sampai diwariskan kepada anak cucu. Makanya, pihaknya berinisiatif membentuk pengurus FPBR yang terdiri dari beberapa unsur seperti LAM, Pramuka, Dinas Kesehatan, pihak perusahaan swasta, kepolisian, wartawan dan juga mahasiswa. "Jadi ini adalah kumpulan dari berbagai stakeholder di Riau," sebut Lilik.

Nantinya, tugas FPRB Riau nanti akan memastikan pembangunan di Riau berbasis pengurangan risiko bencana dan FPRB juga katanya, nantinya akan memberikan masukan ke DPRD dan Pemprov Riau. 

"Termasuk masukan soal tata ruang. Kalau kebakaran hutan, selalu yang dipertanyakan tata ruang," ungkapnya.

Dalam pembentukan forum itu, dilantik Haryanto SH selaku Ketua FPBR Riau, sekaligus penyematan rompi secara simbolis.

Ketua FPRB Riau, Haryanto SH mengatakan, dalam melaksanakan tugas nanti, tentunya upaya pengurangan risiko bencana tetap dilakukan. Terutama mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah.

"Sangat dibutuhkan peran dan fungsi semua pihak untuk ikut melakukan pengurangan risiko bencana. Baik itu pemerintah, BPBD, maupun swasta demi Riau aman dari bencana," tutupnya. [bam]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :