Diduga Tadah Kayu Hasil Ilegalogging

Polisi Tahan Bos Galangan Kapal Rohil

Penulis : user | Minggu, 04 November 2018 - 17:45 WIB

Polisi Tahan Bos Galangan Kapal Rohil

Beritariau.com, Pekanbaru - Jajaran Kepolisian Daerah Riau menahan seorang pengusaha galangan kapal yang terlibat dalam aksi penadahan kayu-kayu hasil perambahan hutan sebagai bahan untuk pembuatan kapal.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto di Pekanbaru, Minggu menjelaskan tersangka berinisial To alias Tj tersebut ditahan setelah memenuhi panggilan penyidik usai diperiksa sebagai tersangka akhir pekan ini. 

"Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka langsung dilakukan penahanan sesuai dengan surat perintah penahanan SP. Han /42/X/2018/Ditreskrimsus," kata Sunarto. 

Sunarto menjelaskan bahwa tersangka yang merupakan pemilik galangan kapal cukup terkemuka di wilayah pesisir Riau, Rokan Hilir tersebut sebelumnya sempat mangkir dari pemeriksaan penyidik. 

Baru pada pemanggilan ke tiga, tersangka TO memenuhi panggilan penyidik dan langsung dilakukan penahanan. 

Menurut Sunarto, penyelidikan tindak pidana dugaan kepemilikan kayu hutan ilegal yang diatur dalam Pasal 83 Ayat (1) Huruf b Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan atau P3H tersebut dilakukan sejak September 2018 lalu. 

Dalam penyelidikannya, Kepolisian langsung mendatangi galangan kapal milik tersangka yang beralamat di Jalan Pelabuhan Baru, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir. 

Penyelidikan itu sendiri berawal dari informasi akurat dari masyarakat yang menyebutkan bahwa tersangka kerap menggunakan kayu-kayu hutan ilegal sebagai bahan baku pembuatan kapal yang mayoritas digunakan nelayan untuk menangkap ikan tersebut. 

Dari penyelidikan itu, kata Sunarto, Polisi menemukan sedikitnya 1.071 keping kayu atau setara 64 kubik kayu hutan berbagai jenis dengan nilai tinggi seperti Meranti, Laban, Temutun, dan Suntai. 

"Kayu-kayu jenis itu bukan merupakan kayu yang dibudidayakan dan berasal dari hutan. Sementara tersangka tidak dapat memperlihatkan dokumen surat keterangan hasil hutan atas kepemilikan kayu itu," ujarnya. 

Lebih jauh, dari penyelidikan Polisi juga terungkap bahwa tersangka memperkerjakan sebanyak 32 orang dalam usaha galangan kapal miliknya. Saat ini, seluruh aktivitas galangan kapal tersebut telah dihentikan paksa sementara kayu-kayu tersebut turut disita polisi untuk selanjutnya dilakukan pelelangan. 

Belum lama ini, kasus pengusaha kapal di Kabupaten Rokan Hilir menarik perhatian masyarakat Riau ketika terdapat salah satu oknum pengusaha kapal mencatut nama Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo. 

Nama jenderal bintang dua itu dicatut oleh salah seorang pengusaha kapal berinisial AK untuk menipu belasan pengusaha galangan kapal dengan memintai sejumlah uang. Uang tersebut disebut AK sebagai uang pengamanan Polisi dari razia penegak hukum. 

Kasus penipuan itu sendiri saat ini tengah ditangani oleh jajaran Polres Rokan Hilir. Sunarto mengatakan antara kasus diatas dengan pencatutan nama Kapolda Riau tersebut merupakan dua kasus yang berbeda. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :