Presiden BEM UNRI Duga Ada "Permainan"
Mahasiswa UNRI: Soal PKM, Pemprov Riau dan PT Hasrat Tata Jaya Musuhan, Soal Proyek?
Dua Orang Pengurus BEM Bentangkan Sikap Protes kepada Gubernur Riau Annas Maamun di Bangunan Gedung Auditorium Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) yang Terbengkalai, Minggu (17/08/14) | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Munculnya beberapa nama perusahaan yang diduga turut berkontribusi pada dana 2 Milyar yang jadi barang bukti penyuapan terhadap Gubernur atas Ijon sejumlah proyek, cukup mengusik mahasiswa di Universitas Riau (UNRI).
Pasalnya, dari daftar nama perusahaan itu, mahasiswa UNRI sangat akrab dengan salah satu perusahaan yang disebutkan. [Baca : Sst..! Grup Perusahaan Ini Disinyalir Terseret Kasus Suap Gubernur Riau]
Adalah grup PT HTJ yang diduga PT Hasrat Tata Jaya yang ikut memenangkan sejumlah proyek bernilai milyaran di Provinsi Riau. Bahkan, diduga masuk dalam daftar nama perusahaan yang akan ikut melakukan lelang tahap III di Dinas Pekerjaan Umum Bidang Jalan dan Jembatan, yang disita KPK dari tangan Gulat Manurung saat ditangkap.
"Itulah kita heran. Setahu kami, PT HTJ itu kan lawan dari Pemprov Riau dalam kasus sengketa tanah yang di atasnya sekarang dibangun Gedung Auditorium Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) yang disebut Gedung Grand Gasing. Pihak UNRI hanya pinjam pakai, pemilik tanah itu adalah Pemprov. Kok jadi rekanan yang banyak dapat proyek," kata Presiden Mahasiswa (Presma) UNRI Zulfa Hendri kepada Beritariau.com, Selasa (20/10/14).
Dalam kasus yang dimenangkan PT HTJ hingga ke Mahkamah Agung (MA), lanjut Zulfa, Pemprov Riau harus membayar sejumlah uang sebagai ganti rugi tanah itu. Namun, hingga kini tak ada realisasi soal itu.
Akibatnya, pembangunan gedung itu jadi terbengkalai dan aktivitas mahasiswa terpaksa harus menggunakan tempat lain. Mereka pun kerap mengeluhkan dan aksi protes terhadap hal itu. [BEM UNRI Tuding SBY dan Annas Maamun Tak Pedulikan Fasilitas Pendidikan]
"Harusnya itu dulu yang diselesaikan. Nah, kok malah jadi mitra proyek," tanya Zulfa.
Terkait hal ini, Zulfa mencium ada ketidakberesan dalam masalah gedung itu. Ia secara terang-terangan menuding bahwa pemprov Riau tak punya kemauan soal fasilitas pendidikan.
"Selain tak ada kemauan, juga ada "permainan". Saya yakin itu," terang Zulfa.
Meski tak ingin menuding pihak yang bermain dalam kasus ini, Zulfa mengingatkan bahwa melalui kasus tertangkapnya Annas Maamun, Pemprov Riau harus berbenah dan serius soal mencari solusi gedung itu. [red]

