Gelar Aksi Protes Saat Penyambutan Mahasiswa Baru

BEM UNRI Tuding SBY dan Annas Maamun Tak Pedulikan Fasilitas Pendidikan

BEM UNRI Tuding SBY dan Annas Maamun Tak Pedulikan Fasilitas Pendidikan

Raut Wajah Lesu dan Miris Mahasiswa Baru Saat Acara di Gedung PKM UNRI yang Tak Selesai Dibangun | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Kesal dan miris karena terpaksa memakai bangunan yang belum jadi pada momen pengenalan mahasiswa baru, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar aksi protes. Sejumlah spanduk dan pernyataan sikap di kertas karton berisi tulisan yang memprotes ketidakpedulian pemerintah terhadap fasilitas pendidikan akhirnya dibentangkan di Gedung Auditorium Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) yang akrab disebut Gedung Grand Gasing, Minggu (17/08/2014).

Melalui pernyataan sikap yang dikirimkan ke Beritariau.com, Minggu (17/08/2014) BEM UNRI menyatakan bahwa, diusianya yang sudah 52 tahun, hingga kini UNRI tidak memiliki gedung yang mampu menampung ribuan mahasiswa. Awalnya, gedung PKM inilah harapan mahasiswa sebagai tempat untuk melakukan berbagai kegiatan akademis dan kegiatan ekstrakurikuler. Namun, ternyata masih jauh dari kenyataan. Ditambah lagi pada tahun ini UNRI kedatangan sebanyak 8000 mahasiswa baru.

“Hal ini tentu berbanding terbalik, dengan apa yang terjadi di Istana Negara sekarang. Presiden SBY melaksanakan Upacara HUT Kemerdekaan RI dengan biaya sebesar 11,3 Miliar Rupiah. Presiden seakan bermewah-mewahan dalam kegiatan seremonialnya, tanpa sensitif dengan keadaan rakyatnya," ungkap Eko Jatmiko, Ketua Panitia PMB Universitas Riau dalam surat elektroniknya yang diterima Beritariau.com.


Dua Orang Pengurus BEM Bentangkan Sikap Protes Kepada Gubernur Riau Annas Maamun | Beritariau.com 2014

Tak hanya Presiden, BEM juga menyoroti sikap Gubernur Riau Annas Maamun yang dinilai tak peduli dan tak bisa menilai prioritas pembangunan. "Gubernur Riau juga seolah tak sensitif dengan kampus kebanggaan masyarakat Riau ini. Masak dalam RAPBD Perubahan 2014 beliau mengusulkan pembangunan gedung BIN. Padahal institusi sentral milik pemerintah pusat tersebut pasti memiliki pos anggaran”, tambah Zulfa Hendri, Presiden Mahasiswa Universitas Riau.

Saat acara Pengenalan Kelembagaan Tingkat Universitas sekaligus sosialisasi kepada calon mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi itu, raut kekecewaan dicampur rasa lelah terpancar dari wajah para mahasiswa baru angkatan 2014 Universitas Riau (UNRI).


Pengurus BEM UNRI Menggelar Acara Pengenalan Mahasiswa Baru di Gedung PKM yang Tak Selesai Dibangun | Beritariau.com 2014

“Kita menginisiasi penggunaan gedung PKM ini sebagai tempat acara karena memang UNRI hanya memiliki gedung pertemuan yang berkapasitas 500 orang. Jangankan PMB (Penyambutan Mahasiswa Baru), untuk SEMINAR AKBAR dan lain-lain juga tak pantas digunakan. Untuk WISUDA saja, tenda masih menjadi pilihan tempat berteduh para orang tua sarjana” ujar Eko Jatmiko.


Aksi Theaterikal Pengurus BEM UNRI Melakukan Ritual Di Atas Keranda Mayat | Beritariau.com 2014

Dalam kegiatan ini, terlihat mahasiswa berteatrikal membawa keranda yang dijadikan simbol matinya nurani para pemimpin negeri. Tak hanya itu, pengumpulan uang koin dari mahasiswa yang ditujukan untuk pembangunan Gedung PKM UNRI pun dilakukan sebagai langkah konkrit sekaligus kritik mengatasi masalah anggaran.


Seorang Mahasiswi Pengurus BEM Menyodorkan Kotak Sumbangan Untuk Gedung PKM UNRI | Beritariau.com 2014

"Gerakan Sumbang Koin ini, menunjukkan keseriusan mahasiswa UNRI untuk memiliki Gedung PKM. Agar banyak hal dapat dilakukan di Gedung ini. Presiden SBY, maupun Presiden selanjutnya baik JOKOWI atau PRABOWO harus tahu akan keadaan ini. Besok (Senin,18/08/2014) pagi, koin ini kami kirimkan kepada Presiden SBY, sebagai wujud pengharapan kami agar segera memiliki gedung PKM. Gubri juga harus lebih sensitif menyikapi permasalahan infrastruktur di kampus, yang prestasinya terus menanjak ini," tutup Topan Rezeki Erlando, Menteri Hukum dan Advokasi BEM UNRI.

Aksi mahasiswa tersebut sebelumnya diawali dengan Upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-69 di lapangan Fakultas Pertanian (Faperta) UNRI yang dipimpin oleh Prof. Dr. Aras Mulyadi, DEA, Rektor terpilih Universitas Riau yang kini masih menjabat sebagai Wakil Rektor I. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan mahasiswa baru ke fakultas masing-masing. Dari situ, acara dilanjutkan ke gedung PKM yang mulai dibangun sejak tahun 2008 itu.

Permasalah gedung tersebut, dijelaskan Topan, awalnya hanya masalah klasik, yakni anggaran yang tidak memadai. Kemudian timbul kisruh kepemilikan tanah 17,6 hektar (termasuk Gedung PKM) antara pihak UNRI dengan PT Hasrat Tata Jaya (HTJ). Sampai diranah hukum, Mahkamah Agung (MA) tetap memenangkan gugatan PT HTJ meskipun pihak UNRI melakukan upaya Peninjauan Kembali (PK) atas Putusan MA sebelumnya.

BEM menuding, ada aroma mafia tanah, mafia hukum dan peradilan dalam kasus tersebut. Alasannya, berdasarkan SK Badan Pertanahan Nasional (BPN), tanah tersebut adalah milik Pemerintah Provinsi Riau dan Kemendiknas RI sejak tahun 2002. [man/rls]