Diduga Terkait Kasus Suap Annas Maamun
KPK Geledah Kantor PT Duta Palma Nusantara di Riau

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Dua unit mobil Inova yang dikendarai tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi dan melakukan penggeledahan kantor PT Duta Palma Nusantara (DPN) yang terletak di belakang kawasan Purna MTQ Jalan M Jamil Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru.
"Ada dua mobil yang masuk bang, tapi saya tak tahu persis berapa jumlah orang KPK itu," ujar salah seorang petugas keamanan PT DPN kepada Beritariau.com, Senin (20/10/14) pagi sekitar pukul 11.00 WIB.
Dia juga melarang wartawan untuk masuk ke dalam komplek perusahaan itu.
Pantauan di lapangan, PT DPN yang merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang lahannya berada di sejumlah kabupaten, tak ada membuat plang nama perusahaan di kantor itu.
Pagar sekelilingnya dipenuhi pepohonan sehingga tak terlihat aktivitas di dalamnya.
Kuat dugaan KPK melakukan penggeledahan di PT Duta Palma terkait dugaan korupsi Gubernur Riau Annas Maamun terkait kasus Alih fungsi lahan di kabupaten Kuansing.
Juru bicara KPK Johan Budi SP saat dihubungi Beritariau.com mengatakan belum mengetahui apa agenda tim penyidik KPK yang menggeledah kantor PT DPN itu.
"Nanti saya cek dulu ya," katanya.
Informasi yang dirangkum, perusahaan milik Surya Darmadi itu memiliki sejumlah anak perusahaan di beberapa daerah di Riau, diantaranya di kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ada 4 perkebunan sawit miliknya, yakni PT PAL, PALMA 1, PT BBU, PT KAT dan 2 Pabrik pengolahan kelapa sawit, PKS PT KAT dan PKS PT BBU.
Sedangkan di kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ada PT DPN. Perusahaan ini memiliki rekam jejak yang buruk dalam beroperasi. Perusahaan dibawah pimpinan Surya Darmaji ini diduga melakukan perambahan hutan kawasan tanpa izin.
Bahkan baru-baru ini, Bupati Kuansing Sukarmis sudah sering mengeluhkan sikap tidak kooperatif perusahaan terhadap kepentingan pembangunan daerahnya. Namun, hal itu tak diindahkan karena kekuatan pemiliknya yang disinyalir berhubungan dekat dengan pemerintahan pusat di Jakarta.
Puncaknya, kemarahan warga dari empat kenegerian di Kuansing akhirnya menyerbu dan menyerang basis operasi DPN di Kuansing. Akibatnya, sejumlah fasilitas perusahaan rusak. Dan DPN mengalami kerugian cukup besar. Warga pun akhirnya dilaporkan ke Polda Riau dan ke Polres Kampar.
Sumber Beritariau.com menyebutkan, sebelum kejadian itu, dikabarkan perwakilan PT DPN sering melobby Gubernur Riau Annas Maamun. Namun, permintaan mereka kerap di tolak ketika itu. "Mereka pulang tanpa hasil," kata sumber itu kepada Beritariau.com beberapa waktu lalu.
Kuat dugaan, penggeledahan ini erat kaitannya dengan tertangkapnya Annas Maamun dan Gulat Manurung terhadap kepentingan DPN. [red/Pan]

