Usai melapor, korban penipuan Travel Umroh JP Madania berikan keterangan di Polda Riau

Usai melapor, korban penipuan Travel Umroh JP Madania berikan keterangan di Polda Riau

Ilustrasi (tribunnews)

Beritariau.com, Pekanbaru - Korban dugaan penipuan Perusahaan Biro Perjalan Umrah, JP Madania menjalani pemeriksaan usai membuat laporan pada 28 Agustus 2017 lalu. Dari 18 jemaah asal Tanah Putih, Tanjung Melawan, Rokan Hilir ini, tiga orang saat ini dimintai keterangan oleh Polda Riau.

Haldi seorang korban dari JP Madania Travel saat dijumpai di Polda Riau usai salat zuhur menjelaskan, awalnya warga di desa itu didatangi oleh marketing dari JP Madania Travel pada tahun 2015 lalu. Tahap pertama, setelah menyelesaikan urusan administrasi, sejumlah jemaah dari desa itu diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah. 

"Tahun 2016 juga ada yang mengurus keberangkatan melalui perusahaan travel itu. Mereka sudah berangkat dan sudah kembali ke kampung halaman," ujarnya. 

Namun untuk keberangkatan tahun 2017, ada 18 orang yang belum termasuk Heldi. Setelah mendaftar dan menyelesaikan proses administrasi, dia dan calon jemaah lain dijanjikan berangkat pada Maret 2017 lalu. Namun sayangnya hingga kini keberangkatan 18 calon jemahaan ini ditunda. 

"Katanya April. Ditunggu juga belum berangkat hingga Mei. Bahkan sampai saat ini kami juga belum diberangkatkan umrah. Juga belum adaa kejelasan kapan kami akan diberangkatkan," katanya. 

Heldi bersama rekannya yang lain berusaha menjumpai pihak travel untuk mempertanyakan masalah itu. Namun pihaknya tidak bisa bertemu dengan manajemen, hanya diketemukan dengan karyawan biasa saja. Dari penjelasan pihak JP Madania juga tidak ada titik terang kapan mereka akan diberangkatkan. 

Masing-masing calon jemaah sudah menyetorkan uangnya kepada pihak JP Madania sebesar Rp 21,3 juta. "18 orang ini sudah membayar termasuk saya sendiri," ujarnya.[bas]