Korban penipuan Travel Umroh SAI Pekanbaru capai puluhan orang

Korban Penipuan Memperlihatkan Foto Pemilik Travel SAI Haji Plus dan Umroh Pekanbaru. Sekitar 30 Jemaah diduga menjadi Korban dan akan Melapor ke Kepolisian | Istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - Travel Umroh SAI berkantor di Jalan Kemiri Pekanbaru diduga melakukan penipuan terhadap calon jemaahnya. Perkara ini ternyata sudah dilaporkan salah seorang jemaahnya Susiah (42) sejak 2013, namun tersangka pengelola umroh tersebut belum ditemukan.
Kamis (07/09/2017) Susiah mendatangi Kepolisian Daerah Riau dan Resor Kota Pekanbaru untuk mempertanyakan perkembangan kasusnya itu. Selain itu dia juga membantu korban lainnya yang berjumlah sekitar 30 orang juga melaporkan hal serupa.
"Saya tidak malu ketipu supaya jemaah lainnya juga ikut melapor. Sekarang ada jemaah lain hubungi saya untuk bikin laporan, tadi ke polda disuruh ke polres agar satu saja laporannya biar lebih kuat," ujar Susiah di Markas Polresta Pekanbaru, Kamis (07/09/2017).
Perkaranya sendiri sudah dilapotkannya sejak 2013, dua bulan setelah dirinya tidak diberangkatkan. Dirinya sendiri ditipu bersama dua anggota keluarganya lain yang telah menyetorkan uang umroh Rp23 juta untuk satu orang.
"Itu karena tetangga yang menawarkan, saya tidak suuzon, masuk saja. Saya tiga orang, uang muka Rp15 juta dan seminggu lagi dilunasi semua,"ujarnya.
Lalu ketika akan berangkat bahkan sudah sampai bandara dicek tidak ada keberangkatannya. Kemudian mendatangi kantor SAI ternyata juga sudah tutup dan tak bisa dihubungi.
Akhirnya Susiah berhasil ditemui pemiliknya dan mengaku dihipnotis di lokasi Wisata Alam Mayang sehingga uangnya hilang. Akan tetapi menurut korban alasan itu mengada-ada karena yang lain-lainnya tidak hilang seperti telepon seluler dan sepeda motor.
"Sampai sekarang belum apa-apa, tapi sudah gelar perkara dan polisi menyatakan pemilik umroh masih dalam Daftar Pencarian Orang," katanya.
Terkait hal ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto menyampaikan laporan itu memang sudah lama. Pihaknya masih berusaha mencari pelaku penipuan umroh tersebut.
"Masalahnya sudah dibayar tapi tak berangkat. Kita sudah tetapkan DPO dan cari keberadaan tersangka selain korban sudah diperiksa," ujar Bimo.
Ditanyakan terkait akan adanya korban lain yang akan melapor juga, kasat mengatakan pihaknya tidak menutup diri.[bas]

