Lompat Pagar, Kaki WNA Terduga Pelaku Judi Online Patah Saat Digerebek

Rumah Mewah Diduga Milik Jimmy, Pemilik The Peak Hotel Apartment Pekanbaru | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Beberapa Warga Negara Asing (WNA) sempat akan kabur dengan melompati pagar sebuah rumah yang diduga dijadikan sarang judi online Internasional saat digerebek Jajaran Polresta Pekanbaru di sebuah rumah mewah Jalan Cemara No 57 Kelurahan Suka Maju Kecamatan Sail Kota Pekanbaru, Rabu (17/9/14) sekitar pukul 04.00 WIB.
Namun saat melompati pagar itu, kaki WNA tersebut patah hingga terpaksa dilarikan ke Rumah sakit Awal Bross Pekanbaru untuk dioperasi.
Kepala Sub Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas I Pekanbaru, Torang Pardosi, membenarkan adanya 12 orang Warga Negara Asing (WNA) dan 1 orang WNI, yang diamankan, saat penggerebekan tersebut.
"Saat ini, 9 orang WNA tengah menjalani pemeriksaan di Sat Intelkam Polresta Pekanbaru. Sementara, 3 orang lagi harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru. Satu diantaranya harus dioperasi, karena mengalami patah kaki," ujar Torang.
Torang menambahkan, dari 4 passport yang telah diamankan, diketahui merupakan milik warga negara Taiwan. "Kita pegang 3 passport dan satunya lagi dipegang pihak kepolisian. Keempatnya menggunakan visa turis (Visa On Arrival)," jelas Torang.
Sementara untuk 8 orang lagi, tidak memiliki dokumen resmi. "Kita masih menggali informasi mengenai status kewarganegaraan ke-8 orang tersebut," terangnya.
Dari beberapa WNA yang kabur, petugas berhasil mengamankan 12 orang WNA yang tak sempat lari dan yang berusaha lari, dua diantaranya merupakan wanita. "Diperkirakan yang berhasil kabur berjumlah 20 an orang. Saat ini masih dilacak keberadaannya," pungkasnya. [Pan]
Namun saat melompati pagar itu, kaki WNA tersebut patah hingga terpaksa dilarikan ke Rumah sakit Awal Bross Pekanbaru untuk dioperasi.
Kepala Sub Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas I Pekanbaru, Torang Pardosi, membenarkan adanya 12 orang Warga Negara Asing (WNA) dan 1 orang WNI, yang diamankan, saat penggerebekan tersebut.
"Saat ini, 9 orang WNA tengah menjalani pemeriksaan di Sat Intelkam Polresta Pekanbaru. Sementara, 3 orang lagi harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru. Satu diantaranya harus dioperasi, karena mengalami patah kaki," ujar Torang.
Torang menambahkan, dari 4 passport yang telah diamankan, diketahui merupakan milik warga negara Taiwan. "Kita pegang 3 passport dan satunya lagi dipegang pihak kepolisian. Keempatnya menggunakan visa turis (Visa On Arrival)," jelas Torang.
Sementara untuk 8 orang lagi, tidak memiliki dokumen resmi. "Kita masih menggali informasi mengenai status kewarganegaraan ke-8 orang tersebut," terangnya.
Dari beberapa WNA yang kabur, petugas berhasil mengamankan 12 orang WNA yang tak sempat lari dan yang berusaha lari, dua diantaranya merupakan wanita. "Diperkirakan yang berhasil kabur berjumlah 20 an orang. Saat ini masih dilacak keberadaannya," pungkasnya. [Pan]

