AS Roma Hancurkan Udinese 5-2, Menggila di Babak Pertama dengan Empat Gol

AS Roma Hancurkan Udinese 5-2, Menggila di Babak Pertama dengan Empat Gol

Beritariau.com, UDINE – AS Roma tampil menggila saat bertandang ke markas Udinese pada pekan ke-10 Serie A 2026/2027. I Giallorossi sukses membawa pulang kemenangan telak 5-2 dalam pertandingan yang berlangsung di Bluenergy Stadium, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB.

Kemenangan tersebut diraih dengan penampilan impresif, terutama pada babak pertama. Roma langsung mengamuk dengan mencetak empat gol hanya dalam kurun waktu 37 menit. Udinese yang bermain di hadapan pendukung sendiri dibuat tak berkutik menghadapi agresivitas tim tamu.

Empat gol Roma sebelum turun minum masing-masing dicetak Bryan Cristante, Rodrigo Mora, Donyell Malen, dan Evan Ndicka. Sementara satu gol tambahan pada penghujung pertandingan disumbangkan Daniele Ghilardi.

Roma membuka keunggulan pada menit ke-10. Bryan Cristante sukses menyambut umpan silang Wesley dari sisi kiri dengan sundulan terarah ke sudut bawah gawang yang dikawal Maduka Okoye.

Gol tersebut membuat Roma semakin percaya diri. Tim asuhan Giallorossi terus menggempur pertahanan tuan rumah dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya.

Matias Soule sempat mengancam melalui tembakan yang membentur tiang gawang. Donyell Malen juga nyaris menggandakan keunggulan, tetapi tendangannya hanya membentur mistar.

Tekanan Roma akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke-31. Cristante kali ini berperan sebagai pemberi assist setelah mengirimkan umpan mendatar dari sisi kanan kotak penalti yang dengan mudah diselesaikan Rodrigo Mora.

Hanya berselang dua menit, Roma kembali memperlebar jarak. Donyell Malen mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang dari Soule. Malen menunjukkan ketenangannya dengan melewati Christian Kabasele sebelum melepaskan tembakan yang gagal dibendung Okoye.

Pesta gol Roma berlanjut pada menit ke-37. Evan Ndicka mencetak gol keempat melalui sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok yang dilepaskan Soule.

Keunggulan empat gol tersebut membuat Roma berada di atas angin hingga babak pertama berakhir.

Udinese Berusaha Bangkit, Zaniolo Ikut Cetak Gol

Memasuki babak kedua, Udinese mencoba mengubah keadaan dengan meningkatkan intensitas serangan. Tuan rumah akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-50 melalui Nicolo Zaniolo.

Gol tersebut berawal dari tembakan Lennon Miller yang gagal diamankan sempurna oleh kiper Roma, Pierluigi Gollini. Bola muntah langsung disambar Zaniolo untuk mengubah skor menjadi 1-4.

Gol itu terasa istimewa bagi Zaniolo yang pernah memperkuat AS Roma. Meski demikian, pemain tersebut memilih tidak melakukan selebrasi sebagai bentuk penghormatan kepada mantan klubnya.

Udinese kembali memberikan tekanan dan berhasil mencetak gol kedua pada menit ke-78. Matteo Palma menyelesaikan umpan Houssine Kamara melalui tendangan voli dari dalam kotak penalti.

Skor berubah menjadi 2-4 dan sempat membuka harapan bagi tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan.

Udinese bahkan hampir mencetak gol ketiga melalui Unai Gomez. Namun, peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol setelah tembakannya hanya melebar tipis dari tiang gawang Roma.

Ghilardi Tutup Pesta Gol Roma

Ketika Udinese berusaha mengejar ketertinggalan, Roma justru memberikan pukulan terakhir pada masa tambahan waktu.

Daniele Ghilardi memastikan kemenangan tim tamu menjadi 5-2 melalui gol pada menit ke-90+2. Menerima umpan lambung Santiago Castro, Ghilardi mengontrol bola menggunakan dada sebelum melepaskan tendangan voli kaki kanan yang menghujam bagian atas gawang Okoye.

Gol tersebut sekaligus mengunci kemenangan meyakinkan Roma dalam lawatan ke Udine.

Hasil ini menjadi modal penting bagi Giallorossi untuk menatap pertandingan berikutnya, termasuk menghadapi Manchester United di Liga Champions.

Sebaliknya, kekalahan di kandang sendiri menjadi pukulan berat bagi Udinese. Hasil buruk tersebut juga semakin meningkatkan tekanan terhadap pelatih Kosta Runjaic, yang posisinya kini disebut berada dalam ancaman.

Kemenangan 5-2 ini memperlihatkan ketajaman lini serang Roma sekaligus menjadi peringatan bagi para pesaingnya dalam persaingan Serie A musim 2026/2027. (*)