Pekanbaru Masuk Kota dengan Udara Terburuk di Indonesia, AQI Tembus 244

Beritariau.com, Pekanbaru -- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia. Pekanbaru, Riau, menjadi salah satu kota dengan kualitas udara terburuk berdasarkan pengukuran Air Quality Index (AQI) pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Data AQI.in yang dikutip detikEdu mencatat kualitas udara Pekanbaru berada pada skor 244 AQI (US) sekitar pukul 12.13 WIB. Angka tersebut masuk kategori parah, yang menunjukkan kondisi udara berisiko bagi kesehatan apabila paparan berlangsung dalam waktu lama.
Dalam daftar 10 kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia, Pekanbaru berada di posisi kedua setelah Jambi. Bahkan secara global, Pekanbaru tercatat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk kedua pada waktu pengukuran tersebut.
Jambi berada di posisi pertama dengan skor AQI mencapai 306 atau masuk kategori berbahaya. Sementara Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berada di posisi ketiga dengan skor 222 atau kategori parah.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah kota lain yang terdampak asap karhutla. Palembang mencatat skor AQI 183 atau kategori tidak sehat, disusul Pontianak dengan skor 172.
Berdasarkan data tersebut, berikut daftar 10 kota di Indonesia dengan kualitas udara terburuk per 8 Oktober 2026 pukul 12.13 WIB:
1. Jambi – AQI 306 (Berbahaya)
2. Pekanbaru – AQI 244 (Parah)
3. Palangka Raya, Kalimantan Tengah – AQI 222 (Parah)
4. Palembang – AQI 183 (Tidak Sehat)
5. Pontianak – AQI 172 (Tidak Sehat)
6. Batam, Kepulauan Riau – AQI 134 (Buruk)
7. Martapura, Kalimantan Selatan – AQI 124 (Buruk)
8. Sampit, Kalimantan Tengah – AQI 120 (Buruk)
9. Jakarta – AQI 98 (Sedang)
10. Medan – AQI 94 (Sedang)
Buruknya kualitas udara tersebut terjadi di tengah masih adanya karhutla di sejumlah provinsi. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 30 September 2026, masih terdapat karhutla dengan luasan sekitar 96,07 hektare di enam provinsi yang belum berhasil dipadamkan.
Peningkatan luasan lahan yang belum padam tercatat antara lain di Sumatera Selatan sebesar 4,15 hektare dan Riau sebesar 0,5 hektare.
Dampaknya mulai dirasakan masyarakat di sejumlah daerah. Jambi dan Palembang, misalnya, dilaporkan masih diselimuti asap. Jarak pandang di Kota Jambi pada Minggu (4/10/2026) bahkan hanya sekitar 900 meter.
Sementara itu, asap juga membuat aktivitas masyarakat di Palembang terganggu karena kondisi udara yang menyebabkan mata perih ketika berada di luar ruangan.
AQI 244 Masuk Kategori Parah
Dalam indikator AQI US, skor 201-300 masuk kategori parah. Paparan udara dengan tingkat polusi tersebut dalam waktu berkepanjangan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, sehingga masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Adapun kategori AQI US terbagi menjadi:
0-50: Baik
51-100: Sedang
101-150: Buruk
151-200: Tidak Sehat
201-300: Parah
301 ke atas: Berbahaya
Kondisi Pekanbaru yang berada pada angka 244 berarti kualitas udara telah berada jauh di atas ambang kategori sedang. Masyarakat, terutama kelompok rentan, perlu lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.
Sementara kategori 301 ke atas dinilai sebagai kondisi berbahaya, dengan tingkat polusi sangat tinggi dan risiko kesehatan yang dapat mengancam jiwa apabila terjadi paparan berkepanjangan.
Data tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak. (*)

