Cegah Rabies, DPKH Riau Vaksin Gratis 204 Hewan di Pekanbaru

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat langkah pencegahan penyakit rabies dengan meningkatkan cakupan vaksinasi hewan penular rabies (HPR) serta edukasi kepada masyarakat.
Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau, sebanyak 204 ekor hewan penular rabies mendapat vaksinasi gratis dalam rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan serta peringatan World Rabies Day (WRD) 2026.
Pelayanan vaksinasi tersebut digelar selama lima hari, yakni pada 21, 22, 23, 24 dan 28 September 2026 di Kantor DPKH Provinsi Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru.
Kegiatan tidak hanya difokuskan pada pemberian vaksin, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan sekaligus mencegah potensi penularan rabies kepada manusia.
Kucing Mendominasi Peserta Vaksinasi
Dari total 204 HPR yang mendapatkan vaksinasi, kucing menjadi hewan dengan jumlah peserta terbanyak, yakni mencapai 170 ekor.
Selain itu, vaksinasi diberikan kepada 32 ekor anjing, satu ekor musang dan satu ekor primata atau monyet.
Pada hari terakhir pelaksanaan, petugas DPKH Riau masih melayani vaksinasi terhadap 51 ekor HPR. Jumlah tersebut terdiri dari 36 ekor kucing, 14 ekor anjing dan satu ekor monyet.
Dari 36 kucing yang divaksin pada hari terakhir, sebanyak 17 ekor mendapatkan vaksin dosis pertama, sedangkan 19 ekor lainnya menerima vaksin booster.
Untuk anjing, enam ekor mendapatkan dosis pertama dan delapan ekor menerima vaksin booster. Sementara satu ekor monyet yang dibawa pemiliknya mendapatkan vaksin booster.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Provinsi Riau, drh. Faralinda Sari, mengatakan vaksinasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penularan rabies dari hewan kepada manusia.
Menurutnya, pengendalian rabies tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Peran masyarakat, tenaga kesehatan hewan, tenaga kesehatan manusia dan berbagai pihak lainnya juga diperlukan.
“Rabies bukan masalah yang bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi dari masyarakat, profesional veteriner, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga mitra global. Karena setiap pihak punya peran, dan setiap aksi berarti,” kata Faralinda, Selasa (29/9/2026).
Rabies Bisa Menular ke Manusia
Faralinda menegaskan bahwa rabies merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menular dari hewan kepada manusia. Karena itu, vaksinasi hewan peliharaan menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat.
“Rabies merupakan penyakit mematikan yang bisa menular ke manusia. Karena itu vaksinasi ini penting untuk melindungi hewan sekaligus melindungi kita semua,” ujarnya.
Sejumlah hewan diketahui berpotensi menjadi penular rabies, antara lain anjing, kucing, kera atau primata serta musang.
Karena itu, masyarakat, khususnya pemilik hewan peliharaan, diimbau melakukan vaksinasi secara berkala dan memperhatikan perubahan kondisi maupun perilaku hewan.
Apabila ditemukan perubahan perilaku atau gejala yang mencurigakan, pemilik diminta segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan.
Selain vaksinasi, petugas DPKH Riau juga memberikan edukasi mengenai kesehatan dan pemeliharaan hewan, termasuk pentingnya kepemilikan hewan secara bertanggung jawab.
Ada Syarat Sebelum Hewan Divaksin
Dalam pelayanan vaksinasi gratis tersebut, DPKH Riau menetapkan sejumlah persyaratan untuk memastikan vaksinasi dapat dilakukan secara aman.
Hewan yang akan divaksin harus dalam kondisi sehat, berusia minimal tiga bulan dan tidak sedang dalam kondisi bunting.
Pemilik juga diharapkan mampu menangani hewan dengan baik ketika dibawa ke lokasi pelayanan. Untuk menjaga keamanan selama perjalanan dan proses vaksinasi, hewan dapat dibawa menggunakan rantai maupun pet cargo sesuai kebutuhan.
Antusiasme masyarakat dalam membawa hewan peliharaan untuk mendapatkan vaksin menjadi salah satu dukungan penting bagi program pengendalian rabies di Riau.
Melalui kegiatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan serta World Rabies Day 2026, Pemprov Riau berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi rabies terus meningkat.
Faralinda mengatakan vaksinasi secara rutin yang dibarengi keterlibatan aktif masyarakat diharapkan mampu menekan risiko penyebaran rabies sekaligus mendukung target Riau bebas rabies.
“Melalui vaksinasi rutin dan keterlibatan aktif masyarakat, risiko penyebaran rabies diharapkan semakin dapat ditekan, sekaligus mendukung upaya menuju Riau bebas rabies,” kata Faralinda. (*)

