Diskes Riau Dorong Germas Jadi Gerakan Utama Cegah Penyakit

Diskes Riau Dorong Germas Jadi Gerakan Utama Cegah Penyakit

Beritariau.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai bagian penting dalam mencegah berbagai penyakit, baik menular maupun tidak menular.

Penguatan tersebut dilakukan melalui Pertemuan Peningkatan Tata Kelola dan Monitoring Pembudayaan Hidup Sehat atau Germas Provinsi Riau Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 September 2026, di Hotel Furaya Pekanbaru.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari 18 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau, Dinas Kesehatan dan Bappeda dari 12 kabupaten/kota, puskesmas se-Provinsi Riau hingga pengelola Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Pertemuan yang digelar secara luring dan daring tersebut juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Bappeda Provinsi Riau serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Diskes Riau, Andry Sudarwan, mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mengevaluasi pelaksanaan Germas di daerah.

"Semoga kegiatan Pertemuan Peningkatan Tata Kelola dan Monitoring Pembudayaan Hidup Sehat atau Germas di Provinsi Riau Tahun 2026 ini dapat berjalan lancar dan memberikan banyak manfaat," ujar Andry.

Menurutnya, Germas merupakan gerakan nasional yang mengedepankan upaya promotif dan preventif. Penerapannya dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak hanya berobat ketika sakit, tetapi juga aktif menjaga kesehatan sejak dini.

Germas juga sejalan dengan Asta Cita keempat yang menekankan penguatan ketahanan nasional, termasuk melalui upaya menjaga kesehatan masyarakat.

"Jadi Germas ini dapat kita jadikan sebagai arus utama dalam upaya pencegahan penyakit, baik penyakit tidak menular maupun penyakit menular," katanya.

Andry menyebut sejumlah persoalan kesehatan masih menjadi perhatian di Provinsi Riau, di antaranya diabetes, hipertensi, stroke dan penyakit jantung. Di sisi lain, penyakit menular seperti tuberkulosis (TB) dan HIV juga membutuhkan perhatian melalui penguatan pencegahan dan deteksi dini.

Karena itu, kata dia, pendekatan promotif dan preventif harus terus diperkuat dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

"Salah satunya dengan menggerakkan masyarakat secara masif untuk membudayakan hidup sehat, seperti melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat dan melakukan skrining kesehatan sesuai dengan program pemerintah, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG)," jelasnya.

Ia menambahkan, pembudayaan Germas tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, dunia usaha serta berbagai elemen masyarakat agar perilaku hidup sehat dapat diterapkan secara konsisten.

Sejumlah langkah yang terus didorong antara lain peningkatan aktivitas fisik, penerapan perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat, percepatan perbaikan gizi, pencegahan dan deteksi dini penyakit serta peningkatan kualitas lingkungan.

"Edukasi mengenai pola hidup sehat juga harus terus diperkuat. Semua upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak," ujarnya.

Menurut Andry, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar Germas tidak berhenti sebagai sebuah program pemerintah, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Riau.

"Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi penting agar Germas benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat," pungkasnya. (*)