Kabut Asap Masih Selimuti Pekanbaru, Wako Agung Ingatkan Kelompok Rentan dan Siagakan 21 Puskesmas

Beritariau.com, Pekanbaru -- Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Pekanbaru. Kondisi kualitas udara yang masih berada dalam kategori tidak sehat membuat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, meski hingga Senin (21/9/2026) tidak ditemukan titik api atau hotspot di wilayah Kota Pekanbaru, masyarakat tetap diminta tidak lengah.
Kelompok rentan seperti balita, anak-anak, serta warga yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid menjadi kelompok yang harus mendapat perhatian lebih karena lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
"Kami juga mengingatkan kepada kelompok rentan, balita, anak-anak yang juga memiliki penyakit komorbid agar berhati-hati," kata Agung.
Agung meminta masyarakat, khususnya kelompok rentan, mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada kondisi tidak sehat. Langkah tersebut penting untuk mengurangi paparan langsung terhadap polutan dari kabut asap.
Selain mengingatkan warga, Pemko Pekanbaru juga memastikan fasilitas kesehatan tetap dalam kondisi siaga. Sebanyak 21 Puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah Kota Pekanbaru disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi udara.
Warga yang mulai mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap diminta tidak menunda untuk mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.
"Kami menyediakan masker, vitamin, hingga obat-obatan serta peralatan penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)," ujar Agung.
Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Pekanbaru menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya membaik.
Agung juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan. Pembakaran lahan maupun sampah yang tidak terkendali dinilai berpotensi memicu kebakaran dan memperburuk kondisi udara.
Ia menegaskan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Puskesmas apabila membutuhkan masker maupun penanganan kesehatan.
"Warga bisa ke Puskesmas untuk mendapatkan masker. Karena kesehatan adalah yang nomor satu," pungkasnya. (*)

