Kabut Asap Makin Pekat, 21 Puskesmas dan Rumah Sakit di Pekanbaru Disiagakan

Kabut Asap Makin Pekat, 21 Puskesmas dan Rumah Sakit di Pekanbaru Disiagakan

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kualitas udara yang terus memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebanyak 21 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Dedy Sambudi mengatakan, langkah tersebut dilakukan menindaklanjuti arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, menyusul kondisi kualitas udara Pekanbaru yang masuk kategori sangat tidak sehat.

“Ada 21 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan yang kita siagakan sesuai arahan Bapak Wali Kota,” kata Dedy, Selasa (6/10/2026) malam.

Menurut Dedy, Pemko Pekanbaru juga telah memastikan ketersediaan obat-obatan di puskesmas untuk menangani berbagai penyakit yang berkaitan dengan dampak kabut asap.

Ia mengimbau masyarakat yang mulai mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap agar tidak menunda mendapatkan pemeriksaan medis.

“Jadi bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap, segera ke puskesmas,” pintanya.

Tidak hanya puskesmas, Diskes Pekanbaru juga telah berkoordinasi dengan rumah sakit di Kota Pekanbaru untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi apabila terjadi peningkatan jumlah pasien akibat memburuknya kualitas udara.

“Untuk warga yang mengalami dampak serius, kita minta rumah sakit memberikan perhatian khusus,” ujar Dedy.

10.225 Warga Terdampak Kabut Asap

Dampak kabut asap terhadap kesehatan warga Pekanbaru tercatat cukup signifikan. Berdasarkan data Diskes Pekanbaru sejak 25 Agustus hingga 6 Oktober 2026, sebanyak 10.225 warga tercatat mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan kabut asap.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi kasus yang paling banyak ditemukan. Selain itu, terdapat kasus pneumonia, konjungtivitis, iritasi kulit dan asma.

“Yang terbanyak ISPA. Kemudian ada juga pneumonia, konjungtivitis, iritasi kulit dan asma,” ungkap Dedy.

Kondisi tersebut masih menunjukkan adanya penambahan kasus. Pada Selasa (6/10/2026) saja, laporan dari 31 puskesmas dan rumah sakit mencatat 293 warga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 267 orang menderita ISPA, delapan orang pneumonia, tiga orang konjungtivitis, delapan orang mengalami iritasi kulit, dan tujuh orang menderita asma.

Bahkan, lima pasien harus menjalani perawatan inap. Mereka terdiri dari dua anak-anak, dua remaja dan satu pasien dewasa.

Siapkan 200 Ribu Masker

Sebagai langkah perlindungan bagi masyarakat, Diskes Pekanbaru juga menyiapkan sekitar 200 ribu lembar masker untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Dedy mengatakan, pembagian masker akan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mengurangi risiko paparan langsung partikulat akibat kabut asap.

“Kita sudah merencanakan untuk turun membagi-bagikan masker kepada warga,” ungkapnya.

Pemko Pekanbaru mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara masih berada pada kondisi buruk. Warga juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya kelompok rentan, serta segera memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami keluhan setelah terpapar asap. (*)