Kabut Asap Pekat, Pemkab Kuansing Hentikan Tatap Muka dan Terapkan PJJ 6-7 Oktober

Beritariau.com, Kuansing -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing) kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menyusul kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah. Kebijakan ini diambil untuk melindungi peserta didik dari paparan udara yang dinilai belum aman.
PJJ diberlakukan selama dua hari, yakni Selasa hingga Rabu, 6-7 Oktober 2026. Selama masa tersebut, peserta didik tidak diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah maupun kegiatan di luar rumah yang mengharuskan mereka berada di ruang terbuka.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing, H Herizon, mengatakan kebijakan tersebut merupakan respons atas kondisi udara yang masih terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
"Pelaksanaan PJJ tersebut disampaikan melalui surat edaran (SE) nomor 400.3.1/Disdikpora/2026/1359 tertanggal 5 Oktober 2026. Dalam surat edaran itu, PJJ diberlakukan selama dua hari, yakni Selasa-Rabu," ujar Herizon, Senin (5/10/2026).
Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan, pengawas, serta kepala PAUD, SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kuansing.
Dalam kebijakan itu, peserta didik diminta tetap mengikuti proses pembelajaran dari rumah. Mereka juga tidak diperkenankan melakukan aktivitas di luar rumah yang berpotensi membuat mereka terpapar langsung kabut asap.
Sementara itu, tenaga pendidik dan kependidikan tetap menjalankan tugas seperti biasa. Guru tetap memberikan pembelajaran secara daring, baik dari sekolah maupun lokasi lain yang telah ditentukan, dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan menggunakan masker.
Herizon menegaskan, keputusan memperpanjang PJJ bukan semata-mata persoalan proses belajar mengajar, melainkan bagian dari upaya pemerintah melindungi anak-anak dari risiko buruk kualitas udara.
"Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita menjadi prioritas. Dari laporan OPD terkait asap memang pekat dan udara tidak sehat," tegasnya.
Riau Nihil Karhutla
Di tengah masih munculnya kabut asap di sejumlah daerah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, menyebut kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini sudah terkendali.
Menurutnya, titik karhutla yang sebelumnya sempat muncul telah dilaporkan padam. Bahkan, hujan juga disebut sudah turun hampir merata di sejumlah wilayah Riau.
"Riau saat ini sudah nihil Karhutla. Hujan juga sudah hampir merata terjadi di wilayah Riau," kata Edy.
Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat kabut asap menghilang. Sejumlah wilayah Riau masih diselimuti asap yang diduga berasal dari luar provinsi.
Edy menyebut salah satu dugaan sumber asap berasal dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang masih dilaporkan memiliki sejumlah titik api.
"Asap kiriman, karena di Riau nihil titik api. Sementara di Sumsel banyak dilaporkan titik api," sebutnya.
Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena kabut asap yang masih bertahan dapat mengganggu kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.
Karena itu, Pemkab Kuansing memilih memperpanjang pembelajaran dari rumah selama dua hari sebagai langkah antisipasi hingga kondisi udara dinilai lebih aman bagi peserta didik. (*)

