Kolaborasi Pemdes, Akademisi dan Mahasiswa Dorong UMKM Tanjung Alai Naik Kelas

Beritariau.com, Kampar -- Pemerintah Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, terus memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (Ekraf).
Kali ini, Pemdes Tanjung Alai menggandeng akademisi dan mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau untuk memberikan pelatihan sekaligus pendampingan kepada para pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha secara lebih profesional dan berdaya saing.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan UMKM Naik Kelas” tersebut digelar di Kantor Desa Tanjung Alai, Sabtu (3/10/2026).
Selain diikuti pelaku UMKM setempat, kegiatan juga melibatkan 10 tim mahasiswa pengabdian UIN Suska Riau dari berbagai jurusan yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan UMKM.
Dua akademisi UIN Suska Riau hadir sebagai pemateri, yakni Prof. Fitra Lestari Norhiza, S.T., M.Eng., Ph.D., Dosen Teknik Industri, serta Dr. Budi Azwar, S.E., M.Ec., Dosen Ekonomi Syariah.
Pendampingan yang diberikan tidak hanya menyentuh persoalan produksi, tetapi juga membekali pelaku usaha dengan sejumlah aspek penting agar produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.
Salah satunya adalah penguatan legalitas usaha. Para pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pentingnya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), izin PIRT, hingga sertifikasi halal.
Aspek branding dan kemasan produk juga menjadi perhatian. Pelaku usaha didorong membangun identitas produk yang kuat serta memperbaiki packaging agar lebih menarik, profesional, dan mampu meningkatkan daya jual.
Selain penguatan produk, para pelaku UMKM juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun kemitraan dengan pemerintah maupun pihak swasta.
Pj Kepala Desa Tanjung Alai, Syamsul Azwar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi pemerintah desa dengan dunia akademik dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
“Kegiatan hari ini merupakan kolaborasi antara pihak Pemdes dengan akademisi dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu,” ujar Syamsul.
Menurutnya, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif merupakan salah satu instrumen penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus memberdayakan masyarakat desa.
Ia berharap pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi mampu membawa perubahan terhadap pola pengelolaan usaha masyarakat.
Usaha yang sebelumnya masih dikelola secara tradisional diharapkan dapat berkembang menjadi lebih profesional, modern, memiliki legalitas, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Melalui strategi peningkatan kapasitas, standarisasi dan legalitas produk seperti NIB, PIRT, halal, manajemen keuangan, hingga digitalisasi dan onboarding e-commerce, diharapkan pelaku usaha Desa Tanjung Alai mampu naik kelas, meningkatkan omset dan memperluas lapangan kerja,” katanya.
Syamsul menilai keterlibatan akademisi dan mahasiswa menjadi nilai tambah dalam proses pengembangan UMKM. Pendampingan dari berbagai disiplin ilmu memungkinkan persoalan yang dihadapi pelaku usaha dapat dilihat dari berbagai sisi, mulai dari produksi, pengelolaan usaha, hingga pemasaran.
Karena itu, sinergi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, mahasiswa, pelaku usaha, dan pihak swasta dinilai penting untuk menciptakan ekosistem UMKM yang berkelanjutan.
Pemdes Tanjung Alai berharap pendampingan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi semakin banyak produk masyarakat untuk memiliki legalitas, kemasan yang lebih baik, pemasaran digital, serta akses terhadap jejaring kemitraan.
“Semoga UMKM dan Ekraf bangkit dan naik kelas, sehingga Tanjung Alai semakin maju dan sejahtera,” tutup Syamsul. (*)

