Bertahun-tahun Miring, SDN 17 Teluk Lanus Akhirnya Dibangun Ulang

Beritariau.com, Siak -- Penantian panjang warga Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, akhirnya menemukan titik terang. Setelah bertahun-tahun berdiri dalam kondisi bangunan miring dan sejumlah lantai rusak, SD Negeri 17 Teluk Lanus kini direvitalisasi.
Revitalisasi yang mencakup sembilan ruang belajar dan satu bangunan kantor tersebut mulai terealisasi melalui dukungan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), setelah kondisi sekolah mendapat perhatian langsung dari Bupati Siak Afni Zulkifli.
Persoalan itu diketahui Afni ketika dirinya berkunjung sekaligus menginap di Kampung Teluk Lanus beberapa bulan lalu. Dalam pertemuan bersama masyarakat, kondisi sarana pendidikan menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan warga.
Penghulu Kampung Teluk Lanus Irwan Syahroni mengatakan masyarakat menyambut baik terealisasinya revitalisasi sekolah tersebut.
"Alhamdulillah, hari itu terwujud. Saya mewakili masyarakat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ibu Bupati dan RAPP atas dukungannya sehingga revitalisasi gedung sekolah SD Negeri 17 Teluk Lanus terwujud," kata Irwan.
Sekolah yang dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Siak Arwin AS tersebut disebut belum pernah mendapatkan revitalisasi sebelumnya. Seiring waktu, sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan dan kondisi bangunan semakin memprihatinkan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sekolah merupakan fasilitas dasar yang langsung berkaitan dengan pelayanan pendidikan bagi masyarakat Teluk Lanus.
Afni mengatakan keterbatasan anggaran pemerintah daerah akibat efisiensi APBD tidak boleh membuat upaya memperbaiki fasilitas pendidikan terhenti.
"Saya berpikir ini kondisinya di tengah APBD efisiensi, namun kita tidak boleh menyerah. Pasti masih ada jalan lain dan orang-orang baik yang membantu kita," ujar Afni.
Persoalan SDN 17 Teluk Lanus kemudian dibawa Afni dalam pertemuan dengan manajemen RAPP di Jakarta. Dari komunikasi tersebut, perusahaan memberikan dukungan hingga revitalisasi sekolah yang berada di wilayah pesisir tersebut dapat direalisasikan.
General Manager Senior Stakeholder Relations (SHR) PT RAPP Wan Mohd Jakh Anza mengatakan dukungan terhadap revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.
"Kami memiliki visi maju dan tumbuh berkembang bersama masyarakat, salah satunya pembangunan yang inklusif," katanya.
Afni berharap revitalisasi tersebut tidak hanya memperbaiki bangunan secara fisik. Lebih jauh, kondisi sekolah yang lebih layak diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi para siswa dan guru dalam menjalankan aktivitas pendidikan.
"Dengan revitalisasi bangunan sekolah ini, diharapkan para siswa dan guru lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas mengajar," kata Afni.
74 Sekolah Siak Dapat Program Revitalisasi
Selain dukungan dari dunia usaha, Afni menyebut pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran APBN untuk program revitalisasi sekolah di Kabupaten Siak pada tahun ini.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, sebanyak 74 sekolah jenjang TK, SD dan SMP di Kabupaten Siak mendapatkan program revitalisasi dengan total nilai sekitar Rp64 miliar.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sarana dan prasarana pendidikan, terutama sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan fisik.
Afni juga meminta kepala sekolah untuk rutin memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Menurutnya, data yang akurat diperlukan agar kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dapat teridentifikasi dan menjadi dasar dalam menentukan intervensi.
Para penghulu juga diminta ikut mengingatkan sekolah di wilayah masing-masing agar data pendidikan terus diperbarui.
"Kolaborasi seperti ini sangat membantu mewujudkan layanan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang memadai," ucap Afni. (*)

