Indeks Harmoni Riau Tembus 7,32, Masuk 10 Besar Nasional

Indeks Harmoni Riau Tembus 7,32, Masuk 10 Besar Nasional

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rachmat

Beritariau.com, Pekanbaru -- Provinsi Riau mencatat capaian positif dalam pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2026 yang dirilis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Riau meraih skor 7,32 dan berada di peringkat 10 nasional.

Capaian tersebut dinilai menjadi gambaran perkembangan kondisi sosial kemasyarakatan di Riau, khususnya dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rachmat, mengatakan hasil pengukuran tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kondisi harmoni sosial masyarakat Riau dari waktu ke waktu.

"Ya, kemarin Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum sudah mengumumkan hasil pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) Tahun 2026. Yang mana kita dari sisi peringkatannya itu kita berada di 10 se-Indonesia dan dari sisi jumlah responden kita merupakan peringkat keempat nasional," kata Boby di Kantor Gubernur Riau, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif kondisi sosial kemasyarakatan di Riau. Ia menyebut peningkatan harmoni menjadi hasil dari proses panjang dalam menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat.

"Capaian ini menjadi alat ukur penting bagi harmoni sosial di Provinsi Riau. Kita patut bersyukur karena dari tahun ke tahun tingkat harmoni di Riau terus mengalami perbaikan dan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Boby menilai kondisi sosial masyarakat Riau saat ini relatif kondusif. Ia menyebut capaian IHaI tidak hanya menggambarkan kinerja pemerintah, tetapi juga mencerminkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.

"Hal ini membuktikan bahwa kondisi sosial kemasyarakatan di Provinsi Riau saat ini sangat baik, kondusif, dan terjaga," katanya.

Berdasarkan hasil pengukuran Kemendagri, skor IHaI Riau mencapai 7,32, atau nyaris sama dengan rata-rata nasional yang tercatat 7,33.

Nilai tersebut merupakan akumulasi dari kondisi harmoni yang tergambar di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Dari hasil pengukuran itu, Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan Siak tercatat memperoleh nilai tertinggi di tingkat daerah.

"Provinsi Riau berhasil mencatatkan skor IHaI sebesar 7,32, berimbang dengan rata-rata nasional. Capaian ini disokong oleh perolehan skor dari 12 kabupaten dan kota se-Riau, di mana Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan Siak mencatatkan nilai tertinggi," ungkap Boby.

Ia menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat dinilai memiliki peran dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial.

"Hasil yang menggembirakan tersebut merupakan prestasi bersama yang terwujud berkat kolaborasi kuat antara Pemerintah Provinsi Riau, pemerintah kabupaten/kota, jajaran Forkopimda, dan seluruh lapisan masyarakat," terangnya.

Boby juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses tersebut. Menurutnya, sinergi lintas sektor perlu terus diperkuat agar kondisi sosial yang harmonis dapat dipertahankan.

"Tingginya jumlah responden di daerah-daerah ini sangat mempengaruhi lonjakan capaian kita, meskipun pada dasarnya seluruh kabupaten/kota se-Riau telah bekerja keras. Ke depan, kerja sama dan sinergi ini akan terus kita tingkatkan bersama," pungkasnya. (*)