Bupati Rohil Letakkan Batu Pertama Masjid Manarotul Ilmi, Diharapkan Jadi Pusat Keilmuan Santri

Bupati Rohil Letakkan Batu Pertama Masjid Manarotul Ilmi, Diharapkan Jadi Pusat Keilmuan Santri

Beritariau.com, Bangko Pusako -- Pembangunan Masjid Manarotul Ilmi di lingkungan Pondok Pesantren Manarotul Ilmi Dar Aswaja, Kepenghuluan Teluk Bano, Kecamatan Bangko Pusako, resmi dimulai.

Bupati Rokan Hilir (Rohil) H. Bistamam melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut, Kamis (1/10/2026) sore. Kehadiran masjid ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan agama dan pembinaan akhlak bagi para santri.

Dalam kegiatan tersebut, Bistamam didampingi Sekda Rohil H. Fauzi Efrizal serta sejumlah pejabat daerah. Hadir pula Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riwansyah, Kepala Dinas Perkim, Dinas Pertanian, BKPSDM, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Camat Bangko Pusako, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus Pondok Pesantren Manarotul Ilmi Dar Aswaja.

Pimpinan Pondok Pesantren Manarotul Ilmi Dar Aswaja, Buya Usman Syaufi MPDI, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Rohil dalam momentum dimulainya pembangunan masjid tersebut.

Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat dan pemerintah kecamatan sehingga proses pembangunan dapat diawali dengan baik.

"Terima kasih Pak Bupati yang telah berkenan hadir. Kami menyambut dengan senang hati. Dengan kerja sama masyarakat serta dukungan Pak Camat, alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar dan barokah," ungkapnya.

Menurut Buya Usman, nama Manarotul Ilmi memiliki makna penting. Manarotul Ilmi berarti menara keilmuan, yang diharapkan menjadi simbol berkembangnya ilmu agama sekaligus pembinaan akhlak di lingkungan pesantren.

"Insya Allah berkat doa dan dukungan dari semua pihak, semua yang kita harapkan bersama hendaknya berjalan dengan lancar," harapnya.

Bupati: Masjid Bukan Sekadar Bangunan

Bupati Bistamam memberikan apresiasi kepada pimpinan pesantren, pengurus yayasan, panitia pembangunan, serta masyarakat yang telah berinisiatif dan berkontribusi dalam pembangunan Masjid Manarotul Ilmi.

"Atas nama Pemerintah Daerah, saya mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan Ponpes Manarotul Ilmi, pengurus yayasan dan panitia pembangunan serta seluruh masyarakat yang berinisiatif serta berkontribusi dalam pembangunan masjid tersebut," kata Bistamam.

Menurutnya, pembangunan masjid tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan sebuah bangunan fisik. Lebih jauh, keberadaan masjid merupakan cerminan kebersamaan masyarakat sekaligus kepedulian terhadap kehidupan keagamaan.

Bistamam menilai masjid yang berada di lingkungan pesantren memiliki peran strategis karena dapat menjadi ruang ibadah sekaligus tempat berlangsungnya proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

"Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pembinaan akhlak, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kehadiran Masjid Manarotul Ilmi di lingkungan pesantren ini diharapkan melahirkan generasi beriman dan berakhlakul karimah," ujarnya.

Ia berharap Masjid Manarotul Ilmi nantinya dapat menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan bagi para santri dan santriwati.

Bupati juga berharap keberadaan masjid tersebut ikut memperkuat peran Pondok Pesantren Manarotul Ilmi dalam mencetak generasi penerus yang memiliki pengetahuan agama, berilmu, serta mempunyai akhlak mulia.

"Saya berharap keberadaan Masjid Manarotul Ilmi ini nantinya menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi santri dan santriwati dalam melahirkan generasi penerus yang berilmu dan memiliki akhlak yang mulia untuk Kabupaten Rohil ke depannya," tuturnya. (*)