Tak Bisa Ditangani Sendiri, Pemprov Riau Gandeng Kampar Cari Solusi Pengungsi

Tak Bisa Ditangani Sendiri, Pemprov Riau Gandeng Kampar Cari Solusi Pengungsi

Beritariau.com, Bangkinang -- Persoalan pengungsi di Riau menjadi perhatian lintas daerah. Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten Kampar mulai memperkuat koordinasi untuk mencari pola penanganan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan masa depan para pengungsi.

Langkah tersebut dibahas dalam kegiatan sosialisasi penanganan pengungsi yang digelar di Hotel Altha Bangkinang Kota, Rabu (30/9/2026).

Kepala Kesbangpol Provinsi Riau, Dr. Boby Rachmat, S.STP., M.Si., mengatakan persoalan pengungsi tidak dapat diselesaikan oleh satu pemerintah daerah. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah provinsi bersama seluruh kabupaten dan kota agar penanganannya memiliki arah yang jelas.

Menurut Boby, setiap daerah perlu mengambil bagian dalam upaya penanganan pengungsi sehingga persoalan tersebut tidak menumpuk menjadi beban bagi daerah tertentu.

"Jangan sampai masalah ini menjadi beban bagi kita di daerah masing-masing. Hari ini kita berdiskusi bagaimana progres ke depannya. Kita berharap seluruh kabupaten/kota yang ada di Riau juga memberikan perhatian dan penanganan, sehingga pengungsi yang berada di setiap daerah dapat kita atasi bersama," ujar Boby.

Ia menilai koordinasi antardaerah penting untuk menyusun langkah yang lebih terukur, terutama dalam menghadapi persoalan pengungsi yang membutuhkan penanganan dalam jangka panjang.

Dari Kabupaten Kampar, Kepala Badan Kesbangpol Kampar Mahadi didampingi Sekretaris Kesbangpol Yulianto menyampaikan bahwa pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan rumusan yang dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah.

Hasil pembahasan akan menjadi bahan yang disampaikan kepada Bupati Kampar untuk menentukan kebijakan dan langkah selanjutnya terkait penanganan pengungsi di wilayah Kampar.

Mahadi menegaskan, persoalan pengungsi tidak cukup dilihat dari sisi administrasi. Ada dimensi kemanusiaan yang harus mendapat perhatian, terlebih sebagian pengungsi telah tinggal di Indonesia selama bertahun-tahun bahkan lebih dari satu dekade.

Mereka masih menunggu kepastian dan solusi jangka panjang. Dalam kondisi tersebut, kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting agar para pengungsi tetap dapat menjalani kehidupan secara aman, mandiri dan bermartabat.

Pandangan serupa disampaikan pegiat UNHCR Indonesia, Rafki. Ia menyebut perlindungan terhadap pengungsi dapat diperkuat melalui kolaborasi dan tindakan nyata dari berbagai pihak.

Menurutnya, pemberian rasa aman, kepedulian serta kesempatan untuk mengembangkan potensi dapat membuka ruang bagi pengungsi untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

"Di UNHCR, kami melihat betapa besar dampaknya ketika para pengungsi punya kesempatan mewujudkan potensi dan berkontribusi bagi komunitas di sekitar mereka," ungkap Rafki.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat pemahaman bersama antara pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan dan organisasi terkait mengenai persoalan pengungsi di Riau.

Peringatan Hari Pengungsi Sedunia juga menjadi pengingat pentingnya menjaga martabat dan hak kemanusiaan para pengungsi, sekaligus memperkuat solidaritas dalam memberikan perlindungan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kampar Agustar, YKMI Pekanbaru, IOM Pekanbaru, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kampar serta sejumlah instansi terkait.

Dengan koordinasi lintas sektor dan lintas daerah yang semakin diperkuat, pemerintah diharapkan mampu membangun pola penanganan pengungsi yang lebih terarah, berkelanjutan dan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. (*)