Jelang MTQ ke-51 Bengkalis, Kecamatan Bantan Kebut Persiapan hingga Pemondokan Kafilah

Beritariau.com, Bantan -- Kecamatan Bantan mulai mematangkan berbagai persiapan untuk menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-51 tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2026.
Tak ingin menyisakan persoalan teknis saat pelaksanaan, Pemerintah Kecamatan Bantan bersama sejumlah unsur terkait menggelar rapat koordinasi di Ruang Pertemuan Kantor Camat Bantan, Rabu (30/9/2026).
Rapat dipimpin Camat Bantan Aulia Fikri didampingi Kabag Kesra Setda Bengkalis H. Irwan serta Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H. Khairul Nizan.
Sejumlah hal krusial menjadi pembahasan, mulai dari lokasi astaka utama, arena perlombaan, pemondokan kafilah, hingga sarana dan prasarana penunjang lainnya.
Astaka utama direncanakan dibangun di kawasan Lapangan Bola Selat Baru, sementara halaman Kantor Camat Bantan juga dibahas sebagai salah satu lokasi pendukung kegiatan. Seluruh lokasi yang disiapkan akan kembali dimatangkan melalui rapat teknis berikutnya.
Camat Bantan Aulia Fikri mengatakan, persiapan sejak jauh hari diperlukan agar seluruh rangkaian MTQ dapat berlangsung tertib dan lancar.
"Kita ingin seluruh persiapan dilakukan secara matang dan terkoordinasi. Setiap kebutuhan harus kita inventarisasi dan dipersiapkan sejak awal, sehingga pada saat pelaksanaan nanti tidak ada hal-hal yang mengganggu kelancaran kegiatan," ujar Aulia.
Menurutnya, suksesnya MTQ tidak dapat dibebankan kepada pemerintah kecamatan semata. Kegiatan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, panitia, aparat keamanan, LPTQ, tokoh agama hingga masyarakat.
"Kami berharap seluruh pihak dapat saling bersinergi dan memberikan dukungan sesuai tugas masing-masing. Dengan kebersamaan dan koordinasi yang baik, insyaallah MTQ ke-51 tingkat Kabupaten Bengkalis ini dapat kita laksanakan dengan lancar dan sukses," harapnya.
Kesiapan arena perlombaan dan pemondokan kafilah juga menjadi perhatian serius. Fasilitas tersebut nantinya harus mampu memberikan kenyamanan bagi peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Selain aspek teknis, Aulia menekankan bahwa MTQ memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi antarkafilah.
Menurutnya, MTQ harus menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mendorong pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
"Yang paling penting, kita ingin MTQ ini memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini semakin tumbuh kecintaan kita terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat semakin diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Rangkaian persiapan akan terus dilanjutkan melalui pertemuan dan rapat teknis sebelum pelaksanaan MTQ ke-51 tingkat Kabupaten Bengkalis.
MTQ tersebut direncanakan berlangsung mulai 14 November 2026. Kecamatan Bantan bersama seluruh unsur terkait kini terus memastikan setiap kebutuhan, mulai dari venue hingga pelayanan bagi kafilah, dapat disiapkan secara maksimal.
Rapat turut dihadiri Ketua MUI Kabupaten Bengkalis H. Amrizal, Kapolsek Bantan IPTU Muhammad Iskandar, Kepala Pos Ramil Bantan Sertu Armansyah, Sekretaris Diskominfotik H. Adisutrisno, Ketua LPTQ Kecamatan Bantan, perwakilan LPTQ Kabupaten Bengkalis serta sejumlah tokoh dan unsur terkait lainnya. (*)

