Juara I Pacu Jalur 2026, Alam Cahayo Tuah Nagoghi Ukir Sejarah untuk Cerenti

Juara I Pacu Jalur 2026, Alam Cahayo Tuah Nagoghi Ukir Sejarah untuk Cerenti

Beritariau.com, Kuansing -- Kemenangan Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi pada Kharisma Event Nusantara (KEN) Pacu Jalur Tradisional Kuantan Singingi 2026 disambut syukuran dan hiburan rakyat oleh masyarakat Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti.

Kegiatan yang digelar pada Rabu (2/9/2026) malam tersebut dihadiri Asisten III Setda Kuantan Singingi, Drs. Azhar, M.M., yang mewakili Plt. Bupati Kuansing H. Muklisin.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Cerenti. Pasalnya, Alam Cahayo Tuah Nagoghi mencatat sejarah sebagai jalur pertama dari Kecamatan Cerenti yang berhasil meraih Juara I dalam ajang Pacu Jalur di Tepian Narosa, Teluk Kuantan.

Mewakili Pemkab Kuansing, Azhar menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Sikakak, pengurus jalur, atlet, pendayung, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi mengantarkan Alam Cahayo Tuah Nagoghi menjadi yang terbaik.

Menurutnya, kemenangan tersebut tidak terlepas dari kerja keras, kekompakan, dan semangat kebersamaan seluruh pihak yang terlibat.

“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama. Apa yang telah diraih Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi merupakan bukti bahwa dengan kebersamaan, kekompakan dan kerja keras, kita mampu meraih prestasi terbaik,” ujar Azhar.

Pacu Jalur dan Kelestarian Alam Harus Berjalan Bersama

Dalam kesempatan itu, Azhar mengingatkan agar tradisi Pacu Jalur terus dijaga sebagai warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi yang telah berlangsung secara turun-temurun selama lebih dari satu abad.

Namun, pelestarian Pacu Jalur, kata dia, harus tetap sejalan dengan upaya menjaga adat istiadat dan kelestarian lingkungan.

Ia menekankan pentingnya penanaman kembali pohon setelah proses penebangan kayu untuk bahan baku jalur dilakukan.

“Tradisi Pacu Jalur harus terus kita lestarikan dengan tetap mempertahankan adat istiadat asli Kuantan Singingi. Di sisi lain, kelestarian alam juga harus kita jaga. Setelah dilakukan penebangan untuk mendapatkan bakal jalur, kita harus kembali menanam bibit pohon agar ketersediaan kayu untuk generasi mendatang tetap terjaga,” tegasnya.

Azhar berharap keberhasilan Alam Cahayo Tuah Nagoghi dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda Cerenti, untuk terus merawat dan mengembangkan tradisi Pacu Jalur.

Ia tidak ingin generasi mendatang hanya mengenal Pacu Jalur melalui cerita dari orang-orang terdahulu.

“Jangan sampai anak cucu kita nanti hanya mengenal Pacu Jalur dari cerita. Kita ingin mereka tetap bisa menikmati, mengikuti dan melestarikan Pacu Jalur sebagai identitas budaya masyarakat Kuantan Singingi,” tambahnya.

Bonus untuk Pejuang Jalur

Syukuran kemenangan tersebut juga diisi dengan penyerahan bonus dan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan pengurus, atlet, pendayung, serta masyarakat yang selama ini mendukung Alam Cahayo Tuah Nagoghi.

Dukungan berupa uang pembinaan dan perlengkapan pakaian untuk atlet serta pendayung diberikan sejumlah pihak, di antaranya PT RAPP, Figo Mandiri, Yupi, Putra Mandiri, serta Anggota DPRD Provinsi Riau H. Zulhendri, S.PWK., M.Si.

Kegiatan tersebut turut dihadiri H. Zulhendri, Kepala Dinas Pariwisata Kuansing, Kepala Dinas PTSP, Kabag Umum Setda Kuansing, Datuak Penghulu Cerenti, unsur Forkopimcam, perwakilan jalur lainnya, serta masyarakat Desa Sikakak dan Kecamatan Cerenti.

Kemenangan Alam Cahayo Tuah Nagoghi menjadi catatan penting bagi masyarakat Cerenti. Selain menghadirkan kebanggaan di arena Pacu Jalur, prestasi tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi, adat, dan lingkungan sebagai bagian dari identitas serta daya tarik wisata Kabupaten Kuantan Singingi. (*)