Kunker ke Panipahan, Bupati Rohil Salurkan Bantuan dan Perkuat Penanganan KLB Malaria

Kunker ke Panipahan, Bupati Rohil Salurkan Bantuan dan Perkuat Penanganan KLB Malaria

Beritariau.com, Panipahan -- Bupati Rokan Hilir (Rohil) H. Bistamam melakukan kunjungan kerja ke Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Sabtu (15/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyerahkan sejumlah bantuan bagi warga terdampak bencana sekaligus menegaskan pentingnya percepatan penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria di wilayah tersebut.

Penyerahan bantuan dipusatkan di Kantor Camat Pasir Limau Kapas. Bistamam didampingi Ketua TP PKK Rohil Hj. Tatik Sri Rahayu, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran UPIKA Palika, serta Ketua BAZNAS Rohil Jefrizal.

Bantuan yang disalurkan merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Rohil melalui sejumlah instansi bersama lembaga sosial. Dinas Sosial Rohil menyerahkan bantuan logistik kepada warga korban kebakaran, berupa sembako, kain, kasur, perlengkapan tempat tidur, dan kebutuhan dasar lainnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Rohil menyalurkan 50 paket bantuan yang berisi kelambu, susu, dan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita. Pemberian kelambu menjadi salah satu langkah intervensi untuk membantu memutus rantai penularan malaria.

BAZNAS Rohil juga turut memberikan bantuan. Sebanyak lima rumah korban kebakaran masing-masing mendapat bantuan Rp10 juta, sementara empat rumah terdampak lainnya menerima Rp3 juta per rumah. Bantuan Rp3 juta juga diberikan kepada satu rumah yang terdampak angin puting beliung.

Selain bantuan untuk korban bencana, BAZNAS Rohil membagikan 200 paket sembako kepada kaum duafa di wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas.

Bupati Tekankan Penanganan Malaria

Setelah menyerahkan bantuan secara simbolis dan berdialog dengan masyarakat, Bistamam bersama rombongan menyaksikan pawai karnaval yang digelar Pemerintah Kecamatan Palika dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di sela kegiatan, Bistamam menyampaikan keprihatinannya terhadap warga yang menjadi korban kebakaran dan angin puting beliung. Ia memastikan pemerintah daerah terus berupaya hadir membantu masyarakat yang terdampak.

“Kunjungan kami ke Panipahan hari ini utamanya adalah untuk memastikan bahwa kehadiran pemerintah daerah benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama bagi saudara-saudara kita yang baru saja tertimpa musibah kebakaran dan angin puting beliung. Kami sangat prihatin atas musibah ini,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan yang diberikan memang belum dapat mengganti seluruh kerugian warga. Namun, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terdampak.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban hidup sehari-hari. Kami juga menitipkan bantuan nutrisi untuk ibu hamil dan balita agar generasi penerus kita di Palika ini tumbuh sehat,” tambahnya.

Selain persoalan bencana, Bistamam memberikan perhatian serius terhadap status KLB malaria di Rohil. Kecamatan Pasir Limau Kapas menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena tingginya kasus malaria.

Ia meminta seluruh unsur pemerintahan di tingkat kecamatan hingga lingkungan masyarakat bergerak bersama untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

“Saya menginstruksikan kepada Camat, para Datuk Penghulu, Lurah, hingga tingkat RT dan RW untuk bergerak serentak. Tolong galakkan kembali semangat gotong royong dan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing,” tegas Bistamam.

Masyarakat Diminta Waspada

Bupati juga meminta Dinas Kesehatan dan Puskesmas memaksimalkan berbagai langkah pencegahan dan penanganan malaria. Di antaranya melalui pembagian dan penggunaan kelambu, fogging, serta pembersihan tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perindukan nyamuk secara berkala.

Masyarakat Palika juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan kelambu ketika tidur, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam.

Bistamam mengingatkan warga yang dinyatakan positif malaria agar mengikuti pengobatan sesuai petunjuk tenaga medis hingga tuntas.

“Jika dinyatakan positif malaria, obat yang diberikan oleh petugas medis wajib dihabiskan selama 14 hari penuh agar benar-benar sembuh total dan tidak menularkan ke warga lainnya. Penanganan KLB ini butuh kerja sama kita semua,” katanya.

Ia menilai semangat kebersamaan yang terlihat dalam pawai karnaval dapat menjadi modal sosial untuk menggerakkan masyarakat menghadapi persoalan kesehatan.

“Tadi kami juga melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat dalam kegiatan pawai karnaval kecamatan. Semangat kebersamaan dan kekompakan dalam karnaval tersebut harus kita bawa juga dalam bergotong royong menjaga kesehatan lingkungan kita demi membebaskan Palika dari wabah malaria,” pungkasnya. (*)