Sempat Diisukan Batal, Karnaval HUT ke-81 RI di Rohil Dipastikan Tetap Digelar

Beritariau.com, Rohil -- Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir memastikan Pawai Karnaval Satuan Pendidikan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tetap digelar pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setelah menggelar rapat pemantapan di Ruang Rapat Kantor Disdikbud Rohil, Kompleks Perkantoran Batu 6, Bagansiapiapi, Jumat (7/8/2026).
Rapat dipimpin Sekretaris Disdikbud Rohil, Riwansyah, S.STP., M.Si., yang mewakili Kepala Disdikbud. Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Disdikbud, mulai dari kepala bidang, kepala seksi, Koordinator Pengawas (Korwas), hingga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SD dan SMP.
Dalam rapat itu disepakati bahwa pusat pelaksanaan pawai akan dipusatkan di halaman Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rohil.
Riwansyah sekaligus memberikan klarifikasi terkait informasi yang sempat beredar di media sosial mengenai pembatalan pawai karnaval tahun ini. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
"Rapat hari ini menjadi jawaban konkret bahwa pawai karnaval menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tetap dilaksanakan. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir di bawah kepemimpinan Bupati H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhoni Charles, BBA., MBA., sangat mendukung kegiatan tahunan ini," tegas Riwansyah.
Menurutnya, munculnya isu pembatalan kemungkinan dipicu oleh adanya pembahasan pemerintah daerah mengenai konsep pelaksanaan kegiatan di tengah kondisi ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah, kata dia, tetap ingin menghadirkan perayaan kemerdekaan yang semarak. Namun, pelaksanaannya perlu disesuaikan agar tidak menimbulkan beban tambahan bagi masyarakat, terutama keluarga peserta didik.
Atas pertimbangan tersebut, Disdikbud Rohil mengimbau seluruh satuan pendidikan agar mengutamakan efisiensi dalam mempersiapkan peserta karnaval.
Sekolah diminta tidak memaksakan orang tua atau wali murid mengeluarkan biaya besar untuk keperluan kostum maupun perlengkapan pawai.
"Kami menyarankan sekolah memanfaatkan kreativitas, misalnya menggunakan bahan-bahan daur ulang atau kostum yang sudah ada tanpa harus membeli baru. Partisipasi harus tetap tinggi, namun kondisi finansial keluarga murid juga wajib kita jaga bersama," ujarnya.
Karnaval tersebut nantinya akan melibatkan ribuan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD/TK, SD, SMP hingga SMA sederajat.
Berbagai penampilan diperkirakan akan mewarnai kegiatan, mulai dari pakaian adat nusantara, replika profesi, hingga atraksi seni dan budaya daerah.
Selain menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi para siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal keberagaman budaya Indonesia.
Riwansyah mengatakan semangat kemerdekaan perlu ditanamkan kepada generasi muda melalui kegiatan yang edukatif dan melibatkan mereka secara langsung.
"Melalui momen ini, kita ingin menanamkan nilai nasionalisme yang kuat dan menampilkan kekayaan budaya nusantara kepada generasi muda," katanya.
Disdikbud Rohil juga mengingatkan seluruh sekolah agar tidak mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan siswa. Persiapan hingga pelaksanaan pawai diminta dilakukan dengan memperhatikan kondisi peserta didik dan memastikan kegiatan berlangsung secara tertib.
Dengan demikian, Karnaval HUT ke-81 RI di Rohil diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan, kreativitas, serta kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia. (*)

