Ayu Ting Ting Bicara Soal Hubungan Sehat, Soroti Sikap Pria yang Suka Mengatur

Ayu Ting Ting
Beritariau.com, Jakarta -- Penyanyi dangdut Ayu Ting Ting membagikan pandangannya mengenai ciri-ciri pria yang dianggap memiliki sifat red flag dalam sebuah hubungan. Pengalaman pribadi di masa lalu menjadi pelajaran berharga baginya dalam menilai karakter pasangan.
Dalam perbincangan di kanal YouTube milik Oki Setiana Dewi, Ayu mengungkapkan bahwa salah satu tanda utama pria red flag adalah memiliki sifat terlalu mengontrol dan gemar mengatur kehidupan pasangannya.
Menurut Ayu, sikap yang membatasi kebebasan pasangan hingga mengawasi aktivitas selama 24 jam merupakan perilaku yang tidak sehat dalam sebuah hubungan.
"Laki-laki yang melarang terlalu berlebihan, buat Ayu red flag. Larangannya terlalu berlebihan, yang suka mengontrol 24 jam. Setiap hari dipantau, buat Ayu itu toxic," ujarnya.
Ia juga menilai sikap tersebut menjadi semakin buruk ketika seseorang ingin mengatur pasangannya, tetapi tidak mau menerima perlakuan yang sama.
"Sedangkan dianya nggak mau diatur-atur," tambahnya.
Meski pernah memiliki pengalaman kurang menyenangkan dalam hubungan asmara, Ayu menegaskan dirinya tidak menutup diri untuk kembali menjalin hubungan serius. Ia mengaku tetap memiliki keinginan untuk menikah apabila menemukan pasangan yang tepat.
Namun, pelantun lagu "Alamat Palsu" itu memiliki satu syarat penting bagi pria yang kelak ingin mempersuntingnya, terutama jika menginginkan dirinya berhenti bekerja.
Menurut Ayu, calon suaminya harus mampu memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan sang putri. Selain itu, ia juga memikirkan nasib keluarga serta para karyawan yang selama ini bekerja bersamanya.
"Kalau misalnya dia mencukupi kehidupan Ayu dan anak-anak ya nggak apa-apa. Tapi Ayu punya banyak orang-orang di belakang yang bekerja juga sama Ayu. Jangan sampai Ayu memutus rezeki mereka," ungkapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa bagi Ayu Ting Ting, hubungan yang sehat dibangun atas dasar saling menghormati, saling percaya, dan memberikan ruang bagi pasangan untuk tetap berkembang tanpa adanya kontrol yang berlebihan. (*)

