Billy Syahputra dan Vika Kolesnaya Terapkan Pola Asuh Bilingual untuk Sang Anak

Billy Syahputra dan Vika Kolesnaya Terapkan Pola Asuh Bilingual untuk Sang Anak

Billy Syahputra dan Vika Kolesnaya

Beritariau.com, Jakarta – Kebahagiaan tengah dirasakan pasangan Billy Syahputra dan Vika Kolesnaya setelah dikaruniai seorang putra yang kini telah berusia sembilan bulan. Keduanya pun menikmati setiap momen tumbuh kembang sang buah hati, termasuk dalam proses mengenalkan dua bahasa sejak usia dini.

Billy dan Vika sepakat menerapkan pola asuh bilingual di rumah. Vika secara konsisten menggunakan bahasa Rusia ketika berinteraksi dengan sang anak, sementara Billy bersama pengasuh menggunakan bahasa Indonesia.

Pasangan ini berharap putra mereka dapat tumbuh dengan menguasai dua bahasa sekaligus, termasuk bahasa ibu yang berasal dari Belarusia.

Meski demikian, Billy mengakui terkadang merasa sang anak masih berusaha memahami perbedaan bahasa yang didengarnya setiap hari.

"Menurut gue sih agak sedikit bingung anak gue. Ini bapak gue ngomong apa, mama ngomong apa. Mungkin dari sudut pandang gue, anak gue masih agak sedikit bingung, karena mama sepenuhnya itu pakai bahasa Rusia selalu," ujar Billy saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026).

Sementara itu, Vika memahami bahwa membesarkan anak dengan dua bahasa memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah kemungkinan anak berbicara sedikit lebih lambat dibandingkan anak yang hanya mempelajari satu bahasa.

Namun, hal tersebut tidak mengurangi tekadnya untuk terus mengenalkan bahasa Rusia kepada sang putra.

"Anak yang belajar dua bahasa itu nanti lebih terlambat dia sudah bisa bicara. Kalau aku di rumah selalu sama anak pakai bahasa Rusia, sementara susternya dan suami pakai bahasa Indonesia," jelas Vika.

Billy juga membagikan pengalaman menarik saat sang anak diajak bermain atau diberikan arahan dalam dua bahasa berbeda. Menurutnya, situasi tersebut terkadang membuat putranya tampak masih mencoba mencerna dua bahasa yang didengar secara bersamaan.

"Anak gue diajak main pakai bahasa Rusia, tapi susternya pakai bahasa Indonesia, gue juga pakai bahasa Indonesia. Kadang masih agak sedikit bingung," tuturnya.

Meski proses adaptasi bahasa masih berlangsung, pasangan ini bersyukur karena perkembangan motorik putra mereka menunjukkan kemajuan yang baik. Vika mengungkapkan, sang buah hati kini sudah aktif merangkak, mulai belajar berdiri, hingga mengeluarkan suara-suara sebagai bagian dari proses belajar berkomunikasi.

"Dia sudah merangkak, terus sudah bisa berdiri dan sedikit lepas tangan, dan ada sedikit suara-suara. Belum bisa bicara, tapi sudah mulai bersuara," pungkas Vika.

Penerapan pola asuh bilingual sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi sang buah hati, sekaligus memperkenalkannya pada dua budaya dan bahasa yang berbeda sejak masa pertumbuhan. (*)

Terkait