Pemko Pekanbaru Pastikan Stok Pangan Aman, Harga Telur dan Ayam Turun

Pemko Pekanbaru Pastikan Stok Pangan Aman, Harga Telur dan Ayam Turun

Beritariau.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Tim Sapu Bersih (Saber) Harga Pangan dari Dinas Ketahanan Pangan melakukan pemantauan ketersediaan dan harga komoditas pangan strategis di Pasar Pagi Arengka. Hasil monitoring menunjukkan stok pangan masih aman dan sebagian komoditas mengalami penurunan harga.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Adrizal, mengatakan secara umum harga pangan di Kota Pekanbaru relatif stabil dan tidak ditemukan lonjakan signifikan pada komoditas utama.

Menurutnya, penurunan harga paling terasa terjadi pada komoditas telur ayam dan daging ayam. Harga telur ayam saat ini berada di kisaran Rp44.000 hingga Rp48.000 per papan, tergantung ukuran dan kualitas. Untuk telur grade A tercatat Rp48.000 per papan, grade B Rp46.000, dan grade C Rp44.000 per papan.

Sementara itu, harga ayam potong yang sebelumnya berkisar Rp29.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp26.000 per kilogram. Bahkan untuk ayam berukuran besar, harga jualnya dapat mencapai Rp25.000 per kilogram.

Selain itu, harga cabai merah juga menunjukkan tren stabil dengan sedikit penurunan. Cabai merah bukit kini berada di kisaran Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai merah Medan dijual sekitar Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Di tengah stabilitas sejumlah komoditas, bawang putih menjadi satu-satunya bahan pangan yang mengalami kenaikan cukup tajam. Harga bawang putih kini mencapai Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram, naik dari sebelumnya yang berada pada kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Adrizal menilai kenaikan tersebut kemungkinan dipengaruhi faktor nilai tukar rupiah, mengingat sebagian besar pasokan bawang putih masih berasal dari impor.

Untuk komoditas lain seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng, kondisi harga masih terpantau stabil. Pemerintah juga terus menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga keterjangkauan harga di masyarakat.

Terkait minyak goreng, ketersediaan stok dinilai mencukupi. Meski demikian, untuk produk Minyakita kemasan satu liter, stok di sejumlah kios terpantau terbatas karena tingginya permintaan konsumen. Sementara kemasan dua liter masih tersedia dalam jumlah cukup.

Monitoring ini melibatkan unsur lintas instansi, di antaranya jajaran Reskrimsus Polresta Pekanbaru, Kejaksaan Negeri Pekanbaru, TNI, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Pertanian.

Pemko Pekanbaru menegaskan pengawasan rutin dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan mencegah praktik permainan harga yang dapat merugikan masyarakat. Warga juga diimbau berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan akibat isu kenaikan harga yang belum tentu benar. (*)