Polda Riau Rampungkan 51 Jembatan Merah Putih, 28 Lainnya Masih Dikebut

Beritariau.com, Pekanbaru – Satuan Tugas (Satgas) Darurat Pembangunan Jembatan Polda Riau terus mempercepat penyelesaian program Jembatan Merah Putih Tahap II yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau. Hingga akhir Mei 2026, sebanyak 51 jembatan dilaporkan telah selesai dibangun dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Dansat Brimob Polda Riau sekaligus Ketua Satgas, Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa, menyampaikan bahwa pembangunan ini melibatkan 120 personel gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta, Ditpolairud Polda Riau, serta jajaran polres di wilayah setempat. Pengerahan personel dilakukan untuk memastikan target pembangunan berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran.
Menurutnya, dari total target yang ditetapkan, 51 jembatan kini sudah rampung dan dapat dilalui baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki. Beberapa di antaranya berada di Kabupaten Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Siak, Kepulauan Meranti, hingga Kota Pekanbaru.
Di Pekanbaru sendiri, dua jembatan di Kelurahan Tengkerang Timur telah selesai dibangun. Sementara di kabupaten lain, seperti Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, dan Kuantan Singingi, sejumlah jembatan juga telah tuntas dan sebagian besar memasuki tahap penyempurnaan akhir.
“Mayoritas jembatan yang sudah selesai kini memasuki tahap finishing, termasuk pengecatan ornamen merah putih sebagai simbol kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujar Kombes Ketut.
Selain menyelesaikan pekerjaan yang sudah rampung, Satgas juga kini memfokuskan pengerjaan 28 jembatan lainnya yang masih dalam tahap pembangunan. Sejumlah titik kritis tengah dikebut, termasuk jembatan penghubung di Dumai dan Kuantan Singingi yang saat ini memasuki tahap akhir pemasangan struktur pengaman.
Polda Riau menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini tidak hanya berorientasi pada infrastruktur semata, tetapi juga memiliki dampak sosial yang lebih luas. Program ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar mobilitas anak sekolah, serta membuka keterisolasian wilayah pedesaan.
Selain itu, program Jembatan Merah Putih juga disebut sebagai bagian dari implementasi kebijakan strategis nasional yang menekankan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Dengan percepatan yang terus dilakukan, Satgas optimistis sisa jembatan yang belum selesai dapat segera rampung dan seluruh manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara maksimal. (*)

