Dirut PD Pembangunan : TMP Makin Diminati

Dishub Akui Trans Metro Pekanbaru Sepi Penumpang, Disdik Kehabisan Akal

Dishub Akui Trans Metro Pekanbaru Sepi Penumpang, Disdik Kehabisan Akal

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru akhirnya mengakui bahwa Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) masih sepi pengunjung.

"Ya sepi. Yang harus kita kerjakan, gimana caranya agar kita bisa masuk ke hati masyarakat. Bahwa SAUM itu perlu untuk masyarakat," kata Kepala Dinas (Kadis) Dishubkominfo Kota Pekanbaru di Halaman kantor Walikota Pekanbaru, Kamis (11/9/14).

Syafril juga mengajak segenap warga Pekanbaru untuk ikut meramaikan bus yang di subsidi pemerintah ini. Dia kembali menekankan bagi yang tidak mempunyai mobilitas tinggi untuk menggunakan TMP daripada kendaraan pribadi.

"Maunya masyarakat ikut meramaikan. Khususnya bagi mereka yang tidak punya mobilitas tinggi. Kalau mereka yang hanya pergi untuk satu jam saja wajarlah memilih kendaraan pribadi," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kadisdik Kota Pekanbaru, Prof Dr Zulfadil SE juga mengakui tak bisa berbuat banyak terhadap para siswa yang lebih memakai kendaraan pribadi daripada naik bus TMP.

"Kita sudah memberi larangan ke tiap sekolah, bahwa siswa tidak boleh membawa kendaraan ke sekolah. Khususnya yang tak memiliki SIM," jawabnya kepada wartawan.

Untuk para siswa, Zulfadil sudah menginstruksikan ke sekolah-sekolah agar setiap siswa yang tempat tinggalnya dekat menggunakan sepeda. Sementara untuk yang jauh menggunakan kendaraan umum.

"Masalahnya, siswa-siswa ini memparkirkan kendaraanya diluar sekolah. Untuk hal itu, sudah diluar wewenang disdik. Maunya Polisi langsung tilang saja," jawabnya lagi.

Walau masih belum optimal membuat bus TMP agar diminati. Pemko Pekanbaru dan PD pembangunan justru berencana akan menambah bus menjadi 100 unit yang semula dimiliki adalah 75 unit.

Hal ini pun mendapat kritik keras dari beberapa kalangan masyarakat seperti Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggran (FITRA) Riau.

Diungkapkan bahwa, pengelola harus bekerja keras agar bus yang ada lebih diefektifkan ketimbang menambah armada. [Baca : Penambahan Bus Trans Metro Pekanbaru, FITRA RIAU : Efektifkan Dulu yang Ada dan Audit Resmi]

Tak hanya itu, FITRA bahkan mengatakan, penambahan dana ini harus diaudit oleh lembaga resmi negara sebelum Pemko merencanakan penambahan anggaran untuk TMP ini. [mar]

Tags :# politik