Menag Ajak ASN Kemenag Capai Titik Nol sebagai Fondasi Pelayanan Pascaramadan
Menteri Agama, Nasaruddin Umar
Beritariau.com, Jakarta - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama menjadikan momentum Halalbihalal sebagai sarana transformasi diri usai Ramadan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Halalbihalal bersama jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Senin (30/3/2026).
Dalam arahannya, Menag menekankan pentingnya mencapai kondisi “titik nol”, yakni keadaan batin yang bersih dari beban masa lalu, baik secara spiritual maupun sosial.
Menurutnya, Halalbihalal tidak sekadar tradisi, tetapi memiliki makna mendalam sebagai proses melepaskan diri dari kesalahan dan beban batin.
“Halal berarti melepas, mengurai, dan memerdekakan. Kita berupaya kembali ke titik nol, suci secara vertikal kepada Tuhan melalui puasa, dan bersih secara horizontal kepada sesama melalui saling memaafkan,” ujarnya.
Menag menegaskan, kebersihan hati dan integritas merupakan fondasi utama bagi ASN sebagai pelayan masyarakat. Tanpa hal tersebut, seseorang tidak akan memiliki kekuatan moral dalam menjalankan tugas, termasuk dalam menjaga kejujuran dan menjauhi praktik korupsi.
“Tidak mungkin kita berbicara tentang kejujuran jika diri sendiri belum bersih. Ketika batin ringan, di situlah kekuatan untuk bekerja dengan benar muncul,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa inti dari pertemuan pascaramadan adalah memperkuat silaturahmi. Ia menguraikan makna silaturahmi sebagai upaya menyambung kasih sayang, yang menjadi bagian dari nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat.
“Silaturahmi bukan sekadar berjabat tangan, tetapi bagaimana menghadirkan kasih sayang dalam setiap interaksi,” jelasnya.
Menag berharap, melalui pemahaman yang lebih mendalam terhadap makna Halalbihalal dan silaturahmi, seluruh ASN Kementerian Agama dapat memulai lembaran baru dengan semangat pelayanan yang lebih tulus, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. (*)

