Arsenal Tumbangkan Chelsea 2-1, Spesialis Bola Mati Kokoh di Puncak

Cole Palmer dan Declan Rice berebut bola dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Arsenal di Emirates Stadium, 1 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant
Beritariau.com - Arsenal kembali menunjukkan mental juara saat menaklukkan Chelsea dengan skor 2-1 dalam duel pekan ke-28 Premier League 2025/2026 di Emirates Stadium, Minggu (1/3/2026) malam WIB.
Dua gol The Gunners lahir dari skema bola mati — senjata yang kembali menjadi pembeda dalam laga ketat bertempo tinggi ini.
Arsenal langsung mengambil kendali permainan sejak menit awal. Tekanan tinggi memaksa lini belakang Chelsea bekerja keras, sementara Bukayo Saka dan Martin Zubimendi aktif mengatur ritme serangan.
Gol pembuka hadir pada menit ke-21. Berawal dari sepak pojok Saka, bola disundul ke tengah kotak penalti sebelum akhirnya diselesaikan William Saliba. Bola sempat mengenai pemain bertahan lawan sebelum bersarang di gawang Robert Sanchez.
Chelsea perlahan keluar dari tekanan. Menjelang turun minum, tim tamu mendapat momentum dari situasi yang sama. Sepak pojok Reece James membentur kepala Piero Hincapie dan berujung gol bunuh diri pada menit 45+2. Skor 1-1 menutup babak pertama.
Selepas jeda, Chelsea tampil lebih agresif. Enzo Fernandez dan Joao Pedro bergantian menguji ketangguhan David Raya, yang tampil sigap di bawah mistar.
Namun, Arsenal kembali menunjukkan efektivitas dari bola mati. Pada menit ke-66, sepak pojok Declan Rice disambut sundulan tajam Jurrien Timber. The Gunners kembali unggul 2-1.
Situasi makin sulit bagi Chelsea setelah Pedro Neto menerima kartu kuning kedua pada menit ke-70. Bermain dengan sepuluh orang, tim tamu kehilangan intensitas.
Arsenal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengontrol tempo. Chelsea sempat mencetak gol di masa injury time, tetapi dianulir karena offside. Skor 2-1 bertahan hingga peluit akhir.
Kemenangan ini membuat Arsenal tetap memimpin klasemen dengan 64 poin dari 29 laga. Konsistensi dan ketajaman dalam memanfaatkan situasi bola mati kembali menjadi faktor krusial dalam perburuan gelar musim ini.
Sementara itu, Chelsea tertahan di peringkat keenam dengan 45 poin dan harus segera menemukan stabilitas jika ingin menjaga asa finis di zona Eropa. (*)

