Hindari Amukan Keluarga Korban, Reka Ulang Pembunuhan Junjungan Pindah di RSUD

Hindari Amukan Keluarga Korban, Reka Ulang Pembunuhan Junjungan Pindah di RSUD

reka adegan perkara pembunuhan dengan korban Junjungan boru Marpaung, di Desa Pauh Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (22/6/2016).

Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Tersangka pembunuhan sadis di Rohul menjalani reka adegan perkara pembunuhan dengan korban Junjungan boru Marpaung, di Desa Pauh Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (22/6/2016).

Hanya saja, reka ulang tak dilaksanakan di lokasi kejadian, melainkan di belakang RSUD Pasir Pangaraian untuk mengantisipasi amukan keluarga korban.

Sedikitnya ada 17 reka adegan diperagakan ketiga tersangka Adipe Hulu, Depi Hulu, dan Sukur. Sedangkan tiga peran pengganti dari polisi untuk pelaku utama Tito dan dua tersangka lain yakni Detarius Ndraha dan Devi Ndraha yang masih DPO.

Dari belasan reka adegan terungkap, tersangka Sukur yang pertama menikam perut korban pakai pisau. Kemudian, otak pelaku Tito menyusul menikamkan pisau ke perut hingga korban tersungkur di tempat tidur dalam kamarnya. Sedangkan peran Adipe Hulu dan Depi Hulu mengawasi kondisi di luar rumah korban.

Meski ketiga tersangka, yakni Sukur, Adipe, dan Depi Hulu mengakui pembunuhan direncanakan oleh tersangka Tito, mulai perencanaan hingga eksekusi. Namun otak pelaku ini tetap tidak mengakui ikut dalam kejahatan tersebut.

Usai reka adegan, Kasat Reskrim Polres Rohul AKP M. Wirawan Novianto, melalui Kanit Pidum Sat Reskrim IPDA Jhon Heri mengungkapkan motif para pelaku membunuh korban karena sakit hati.

Para pelaku dendam karena dilaporkan mencuri pupuk perusahaan oleh korban, Junjungan boru Marpaung yang merupakan tukang loak.

Awalnya, beberapa tersangka berniat menjual pupuk, namun suami korban menolak karena tahu pupuk curian dari perusahaan. Diduga, karena dilaporkan suami korban ke pihak PT. RAKA, para tersangka yang biasa singgah di rumah korban dipecat oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Dari pengakuan ketiga tersangka, awalnya mereka merencanakan akan menghabisi seluruh anggota keluarga korban. Namun saat kejadian, hanya korban yang berada di rumah.

Mayat korban bersimbah darah di atas tempat tidur di kamarnya, pertama kali ditemukan anak pertamanya, Putri Regina (14) yang saat itu baru pulang sekolah, Selasa sore. Suami korban sendiri tengah bekerja, dan anak keduanya sedang sekolah. [cp]