BPJS Ketenagakerjaan Duri Dampingi Tripatra Engineering Jadi Kandidat Paritrana Award Riau 2025

Beritariau.com, Duri - Guna optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Duri turut mendampingi PT Tripatra Engineering dalam kegiatan wawancara kandidat Paritrana Award tingkat Provinsi Riau tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (28/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penilaian nominasi penghargaan yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia bersama dengan Kementerian Dalam Negeri dan BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Duri, Alwani Fitra Jaya, menyampaikan apresiasi atas komitmen PT Tripatra Engineering yang telah menjadi mitra aktif dalam mendukung implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah operasionalnya.
“Tripatra Engineering adalah salah satu perusahaan yang sangat kooperatif dan progresif dalam memastikan seluruh tenaga kerjanya terlindungi dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Pendampingan hari ini menjadi bagian dari bentuk sinergi kami untuk memastikan perusahaan bisa mempresentasikan seluruh aspek perlindungan ketenagakerjaan yang telah dilaksanakan,” ungkap Alwani.
Paritrana Award sendiri merupakan penghargaan bergengsi tingkat nasional yang diberikan kepada pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Alwani menjelaskan pendampingan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencakup pendalaman teknis atas indikator penilaian Paritrana Award, seperti kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, cakupan kepesertaan, inovasi program, serta kontribusi terhadap perlindungan tenaga kerja rentan.
"Melalui forum ini, kita juga menggarisbawahi pentingnya peran dunia usaha dalam mewujudkan perlindungan menyeluruh bagi pekerja, termasuk bagi pekerja alih daya, harian lepas, hingga sektor informal yang berada di sekitar area operasional perusahaan," jelasnya.
PT Tripatra Engineering sebagai salah satu perusahaan jasa penunjang industri energi, dinilai berhasil mengimplementasikan sistem perlindungan ketenagakerjaan tidak hanya dalam aspek kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga melalui penguatan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), edukasi tenaga kerja, dan pemberian manfaat tambahan.
“Selain mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya, Tripatra juga aktif dalam memberikan edukasi, mengadakan pelatihan keselamatan, hingga mendorong mitra kerjanya agar patuh terhadap aturan jaminan sosial. Ini adalah best practice yang kami anggap patut diapresiasi,” tambah Alwani.
Dalam wawancara kandidat, tim penilai yang beranggotakan Akademisi, Ahli Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dan Serikat Pekerja menggali informasi terkait inisiatif perusahaan dalam mendukung program jaminan sosial nasional, serta dampak yang ditimbulkan terhadap kesejahteraan pekerja dan komunitas sekitar.
“Kami berharap PT Tripatra Engineering dapat menjadi role model bagi perusahaan-perusahaan lain di Provinsi Riau dalam mewujudkan iklim kerja yang lebih aman, manusiawi, dan sejahtera,” tutup Alwani.
Sebagai informasi, BPJS Ketenagakerjaan secara nasional terus mendorong peningkatan kepesertaan dan kesadaran publik terhadap pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Hingga pertengahan 2025, lebih dari 40 juta pekerja di Indonesia telah terdaftar sebagai peserta aktif, dan capaian ini menjadi indikator penting dalam mendukung ketahanan sosial nasional serta pengentasan kemiskinan berbasis perlindungan kerja. (*)

