Oalah! Gara-gara miskin, seorang siswa SMK N 1 Pekanbaru dikeluarkan

ilustrasi/net
Beritariau.com, Pekanbaru - Tamparan buruk di dunia pendidikan kembali terjadi. Salah seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 kota Pekanbaru berinisial MI, dikeluarkan dari sekolah. Usut punya usut, ternyata dikeluarkannya siswa miskin tersebut hanya karena persoalan tidak masuk sekolah dan punya hutang menggunung di sekolah berakreditasi A tersebut.
"Istri saya sudah memohon sampai berlinang air matanya agar anak saya tidak dikeluarkan dari sekolah. Karena kami tidak punya uang bila anak saya dipindahkan dari sekolah, ditambah dua bulan lagi siswa akan menghadapi ujian sekolah," kata SK didampingi istrinya, orang tua dari MI, kepada wartawan, saat ditemui di rumahnya, Minggu (14/02/16) siang.
SK yang berprofesi sebagai pekerja penarik becak odong-odong anak-anak itu mengungkapkan bahwa dikeluarkannya anaknya itu terjadi pada selasa (2/2) hingga Kamis (04/02/16) anaknya tidak masuk sekolah. Hingga salah seorang guru senior bernama Rita Tanjung (Ketua jurusan) diduga memprovokasi guru-guru lain untuk mengeluarkan MI.
"Anak saya ini tidak masuk sekolah karena banyak tekanan dari guru-guru. Psikologis anak saya terganggu, lalu salah seorang temannya mengajaknya untuk tidak sekolah. Jadi anak saya ini korban yang terseret arus temannya,” terang SK.
Istri dari SK, SU juga menyebutkan bahwa buntut persoalan itu, saat MI tidak bisa membayar tagihan uang sekolah.
Dimana, SU yang berprofesi sebagai tukang cuci pakaian itu menyebutkan belum mampu melunasi pembayaran uang sekolah yang tersisa, diantaranya sisa uang baju Rp1.350.000 ribu dan uang komite sekolah 1 tahun Rp1.800.000.
“Karena banyak kesalahan dari anak saya, besok, Senin (15/02/16) surat anak saya keluar dari sekolah dikeluarkan pihak sekolah. Yang saya sangat sayangkan salah seorang guru lainnya Wakil Kepala SMKN 1 Pekanbaru Bagian Kesiswaan Drs Efri Joni R mengatakan itu sudah menjadi takdir,” cetus ibu 4 anak tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Guru siswa itu, Rita Tanjung mengaku bahwa informasi tersebut tak benar. "Itu tak benar. Silahkan tanya ke kepala sekolah saja," jawabnya. [bam]

