Korban Minta Polisi Pulihkan Nama
Kasat Narkoba Polres Pekanbaru akui salah tangkap orang, tapi tak menganiaya

ilustrasi/net
Beritariau.com, Pekanbaru - Lucky Ahadi (34 tahun), warga Blok I Nomor 21 Perumahanan Kuantan Regency Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru mengaku sempat ditodong pistol dan dipaksa tiarap saat mengendarai sebuah mobil Mitsubushi Mirage berwarna putih bergerak menuju akses jalan keluar komplek perumahannya.
Bahkan, dirinya juga diinjak hingga celana di bagian lutut robek karena bergesekan dengan aspal.
Ternyata, penyergapan yang dilakukan oknum Polisi ini salah sasaran.[http://beritariau.com/berita-4002-satres-narkoba-polres-pekanbaru-salah-tangkap-korban-ditodong-pistol-tiarap--diinjak-bak-teroris.html]
Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza mengakui dia dan anak buahnya salah tangkap target. Menurutnya, saat anak buahnya memberhentikan laju kendaraan Lucky, dan menyampaikan kalau mereka dari Polresta Pekanbaru.
"Kita berhentikan. Kita sampaikan kita polisi dari Polresta, kita minta dia kembali ke dalam (komplek perumahan)," jelas Iwan, Jumat (12/02/15).
Setelah dipastikan, ternyata Lucky bukanlah target yang dicari pihaknya. "Oke, Pak (Lucky). Ternyata bukan Bapak. Terimakasih, Pak. Gitu aja ceritanya," kata Iwan.
Hal itu diketahui setelah pihaknya mempertemukan antara pelaku yang sudah diamankan sebelumnya, dengan Lucky.
"Kita pertemukan dengan pelaku. Kita disebutkan ciri-ciri pelaku. Dia (target polisi) menggunakan mobil putih," jelas Iwan.
Akhirnya sang target berhasil tertangkap di Jalan Satria, dengan menggunakan mobil berwarna putih. "Mobil Lucky mobilnya putih juga," sebutnya.
Jika saat itu Lucky ketakutan menerima kedatangan Polisi, Iwan menyebut hal tersebut wajar. "Wajar dia (Lucky) berpikiran seperti itu. Setelah tahu Polisi, barulah (dia paham). Pak Lucky nya kooperatif," ujar Iwan.
Terkait permintaan Lucky agar Iwan dan jajaran meminta maaf kepada dirinya, Iwan mengaku hal tersebut sudah dilakukannya. "Sudah kita tadi (kemarin, red) ke sana meminta maaf," sebut Iwan.
Iwan juga mengaku telah berkoordinasi dengan aparat lingkungan untuk melakukan koordinasi guna meluruskan hal yang sebenarnya.
"(Mulanya) warga sana salah sangka. Pak RT kebetulan lagi Imlek. Dan kita sampaikan ke Pak RW dan Security. Jadi bukan seperti yang disangkakan (warga). Ada penangkapan, kita sampaikan tidak ada kaitan sama sekali (dengan Lucky). Nanti saya ke sana lagi," pungkas Iwan.
Namun, terkait aksi penodongan senjata dan menginjak korban yang mengakibatkan korban luka dibagian kaki, Iwan membantah. "Tak ada itu," tutup Iwan. [pan]

