Pikul bantuan mengarungi banjir di daerah terisolir, Tim Dompet Dhuafa Riau ceriakan anak-anak

Pikul bantuan mengarungi banjir di daerah terisolir, Tim Dompet Dhuafa Riau ceriakan anak-anak

FOTO : Relawan Dompet Dhuafa Riau Memikul Bantuan Logistik dan Kesehatan ke Lokasi Banjir di Kampar

Beritariau.com, Pekanbaru - Memasuki hari keempat pasca banjir yang melanda pemukiman warga di sepanjang aliran Sungai Kampar, masih terlihat tenda - tenda pengungsian dan warga yang meminta sumbangan dipinggir Jalan Raya Pekanbaru - Bangkinang.

Kali ini, lokasi penyaluran bantuan logistik dan Aksi Layanan Sehat (ALS) Dompet Dhuafa (DD) Riau adalah Desa Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar. Pemilihan lokasi ini, berdasarkan informasi dari relawan bahwa putusnya akses keluar dan menuju desa yang menyebabkan warganya terisolir.

"Kendaraan Tim relawan DD Riau yang mengangkut bantuan tidak bisa melewati jembatan gantung yang merupakan satu-satunya akses menuju Desa Pulau Payung. Tim relawan harus mengangkut bantuan logistik dengan dipikul melewati jembatan yang mulai miring karena kuatnya dorongan arus sungai Kampar," ungkap Head of Fundraising Dompet Dhuafa Riau, Hendi Mardika, Jumat (12/02/16).

Dijelaskannya, meski kedalaman air di pemukiman warga memang sudah berkurang dibanding hari-hari sebelumnya, namun, untuk mencapai lokasi penyaluran di Desa Pulau Payung, tim relawan harus mengarungi banjir hingga kedalaman pinggang orang dewasa dengan jarak tempuh sekitar 1,5 KM.

Bantuan logistik diserahkan langsung oleh pimpinan Cabang DD Riau, Ali Bastoni, kepada perangkat Desa Pulau Payung. Sedangkan ALS, menumpang di salah satu rumah warga yang sudah bisa ditempati. Aksi ini di support oleh tim RSIA ZAINAB Pekanbaru di bawah pimpinan Dr. Dian.

Warga sangat antusias dengan aksi ini, hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya warga yang memeriksakan kesehatannya. Namun karena keterbatasan waktu dan sumber daya tim relawan, hanya 63 warga yang terlayani.

"Penyakit yang dikeluhkan warga pada umumnya yaitu batuk, gatal, dan pilek. Warga sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan, sebab selama ini, bantuan hanya terfokus dipengungsian yang mudah terjangkau dan tidak pernah sampai di desa mereka yang terisolir," cerita Hendi.

Banjir juga membuat kegiatan sekolah anak-anak menjadi terhenti membuat relawan DD Riau mengadakan game (permainan, red) ceria untuk menghibur anak-anak korban banjir.

Jelas tawa keceriaan terpancar dari raut wajah mereka. Terlebih lagi ketika relawan membagikan hadiah berupa susu kemasan kotak dan biskuit. Hadiah yang sederhana namun sangat berarti bagi mereka yang sedang dalam kondisi serba terbatas. [rls]‎