Sudah ribuan korban banjir di Kampar, Dewan: tetapkan status tanggap darurat!

ilustrasi/net
Beritariau.com, Kampar - Bencana banjir yang terjadi di beberapa Kabupaten yang ada di Provinsi Riau sudah semakin meluas dan telah berdampak serius pada kehidupan masyarakat. Sedikitnya 1.800 keluarga di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, dikabarkan menjadi korban bencana banjir yang terjadi pada awal tahun ini.
Laporan terkini menyebut, bencana banjir dikabarkan telah meluas hingga merendam sedikitnya 175 desa yang berada di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Kampar.
Diduga, banjir yang melanda sejumlah desa di Kampar terjadi karena meningkatnya curah hujan yang menyebabkan tingginya debet air di waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang yang mengharuskan pintu air tersebut dibuka.
Camat Siak Hulu, Fajri Adha mengatakan, bencana banjir di Desa Buluh Cina, Teratak Buluh, Lubuk Siam, dan Tanjung Balam, merupakan daerah langganan banjir.
Dikatakannya, hampir 1.800 kepala keluarga di Kecamatan Siak Hulu menjadi korban bencana tahunan itu. "Kita berdoa bersama semoga banjir akan segera surut dan bisa beraktivitas lagi sperti semula," katanya, Selasa (20/01/16).
Terpisah, menyikapi hal ini, Legislator Riau minta, Pemerintah Provinsi Riau untuk meningkatkan status siaga menjadi tanggap darurat.
"Ini sudah meluas, bahkan di Kampar sudah ada yang jadi korban, anak SD meninggal dunia terseret arus banjir. Begitu juga dengan lahan pertanian dan perkebunan terendam banjir yang mengganggu mata pencarian masyakat yang menyebabkan perekonomian jadi terganggu", jelas Markarius Anwar, Politisi PKS Dapil Kampar, Selasa.
Menurut Wakil Ketua Komisi E DPRD Riau ini, dengan ditingkatkannya status banjir di Riau ini jadi tanggap darurat, maka penanganan masyarakat yang terkena musibah akan lebih meingkat juga. "Sehingga persoalan yang ditimbulkan akan ditangani dengan serius. Jadinya masyarakat tidak terlalu terpuruk dengan kedaan", terangnya juga.
Dengan mengirim sembako, lanjut Makarius, masyarakat akan segera mendapat pertolongan segera baik keselamatan jiwa. "Tidak kalah penting adalah penanganan pasca banjir nanti, apakah pemulihan spikologi maupun dampak yang ditimbukan seperti berbagai penyakit baik kulit maupun diare dan lainnya," pungkasnya. [red]

