Diancam Jokowi, Polda Riau Siap Bergerak Cepat!

Presiden Joko Widodo (foto:SP)
Beritariau.com, Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyatakan siap bergerak cepat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Diungkapkan Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Selasa (19/1), langkah ini sekaligus menjawab ultimatum dari Presiden Joko Widodo yang akan memecat kapolda yang daerahnya masih mengalami karhutla hingga muncul bencana kabut asap.
Bukan hanya kapolda saja yang mendapat ancaman dari orang nomor satu di Indonesia itu. Tetapi juga untuk Panglima Daerah Militer (Pandam) dan Komandan Resor Militer (Danrem).
"Adapun terkait pencopotan, itu merupakan resiko dari pekerjaan. Yang jelas, Polda Riau akan bekerja maksimal dalam mengantisipasi Karhutla dan melakukan penegakan hukum," ungkap Guntur.
Diakuinya, Presiden Jokowi memang menekankan setiap kepala satuan wilayah melakukan pencegahan Karhutla. Hal ini juga dipantau atau dimonitor oleh Pemerintah Pusat.
"Apabila tidak maksimal, memang ada sanski yang akan diberikan Presiden berupan pencopotan. Apalagi kalau kebakarannya meluas dan menimbulkan bencana asap," sebutnya.
Saat ini, semua jajaran di Polres tengah melakukan pemetaan lahan yang rawan terjadi kebakaran. Hal ini dikordinasikan langsung oleh Kepala Biro Operasi Polda Riau.
"Sedang pemetaan atau maping lahan gambut yang mudah terbakar. Lahan itu diwaspadai dengan melakukan penyuluhan serta sosialisasi kepada masyarakat," ulas Guntur.
Meski Riau masih musim hujan, Polda Riau menghimbau warga tidak bermain api atau membakar lahan untuk membuka perkebunan. Yang menjadi himbauan utama adalah lahan warga yang bergambut.
"Adapun himbauan ini dilakukan seluruh jajaran dengan memaksimalkan personil Bhabinkamtibmas dengan sosialisasi dan penyebaran selebaran Polda Riau tentang larangan membakar lahan," pungkas Guntur. [pan]

