Wah! Banyak Kasus Korupsi Mandeg di Kejati Riau Gara-gara Lambat Audit

Wah! Banyak Kasus Korupsi Mandeg di Kejati Riau Gara-gara Lambat Audit

ilustrasi kejaksaan / net

Beritariau.com, Pekanbaru - Ada banyak kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau yang terkesan mandeg, sehingga muncul krisis kepercayaan masyarakat terhadap penegakkan hukum. 

Mengapi hal ini, Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Mukhzan SH MH, Senin (18/1) mengungapkan bahwa pihaknya sudah bekerja keras untuk menyidiknya. Apabila ada yang terkesan mandeg, hambatannya ada di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Riau.

"Ada beberapa berkas dugaan korupsi yang sudah ditetapkan tersangkanya, masih menunggu hasil audit BPKP. Jadi lambatnya bukan di Kejaksaan, kita terus jalan, dan BPKP juga sedang melakukan pekerjaannya," ujarnya.

Hasil audit BPKP itu perlu dilakukan untuk menentukan kerugian negara akibat dugaan korupsi keuangan negara secara berjamaah. Bahkan penyidik jaksa sudah berkali-kali melengkapi berkas sesuai permintaan auditor BPKP.

Adapun beberapa kasus korupsi di Kejati yang masih mandeg di BPKP diantaranya dugaan korupsi Padamaran, dugaan korupsi Tesso Nilo, dugaan korupsi Embarkasi Haji, dan pengadaan Baju Batik Pemerintahan Provinsi Riau. 

"Satu kasus yang tersangkanya melakukan upaya hukum praperadilan yakni dugaan korupsi BPR Sarimadu Kampar, tersangka inisial H," kata dia.

Untuk itu, Mukhzan meminta kepada masyarakat untuk bersabar menunggu hasil penyidikan sejumlah dugaan korupsi itu hingga sampai ke meja hijau. [pan]